Kemenkeu Bantah Cuitan Rizal Ramli Mengenai Utang USD2 Miliar

   •    Senin, 28 Jan 2019 23:49 WIB
sri mulyanisurat utang
Kemenkeu Bantah Cuitan Rizal Ramli Mengenai Utang USD2 Miliar
Illustrasi. Dok : MI/Ramdani.

Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membantah pernyataan Mantan Menteri Koordinator bidang Maritim Rizal Ramli bahwa pemerintah akan melelang Surat Utang Negara (SUN) senilai USD2 miliar dengan yield atau imbal hasil 11,625 persen pada 4 Maret 2019.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wirasakti menjelaskan SUN berdenominasi valuta asing yang dimaksud diterbitkan pada 2009 untuk kebutuhan pembiayaan APBN saat itu.

Pada saat itu, tambah Nufransa, tengah terjadi Asia Financial Crisis, di mana terjadi guncangan pada pasar keuangan dunia yang mengakibatkan peningkatan cost of fund yang tergambar pada meningkatnya yield SUN valas mencapai 11,625 persen.

"SUN valas tersebut akan jatuh tempo pada Maret 2019, dan itu yang diberitakan secara tidak benar, seolah-olah SUN tersebut akan diperpanjang dengan tingkat yield yang sama (dengan 2009)," papar Nufransa, di Jakarta, Senin, 28 Januari 2019.

Saat ini, tambah Nufransa, yield SUN dalam USD di pasar sekunder untuk tenor yang sama adalah sekitar 4.24 persen.

"Jadi jika SUN tersebut akan di refinancing, yield yang akan dipakai adalah rate saat ini, yaitu sekitar 4,24 persen, bukan 11,625 persen," kata dia.

Cuitan Rizal Ramli dihapus selang beberapa jam dipublikasikan.

"Indonesia akan ngutang lagi USD2 miliar dengan yield 11,625 persen, issued 4 Maret 2019. Yield tertinggi di kawasan, padahal Vietnam keluarkan surat utang hanya dengan yield lima persen. Penguatan rupiah didukung oleh peningkatan pinjaman dengan bunga super tinggi!! Kreditor pesta pora, rakyat semakin terbenani. Menkeu semakin ngawur. International bonds: Indonesia, 11.625 persen 4mar2019, USD (USY20721AP44, Y20721AP4)," tulis Rizal Ramli di akun Twitter pribadinya @RamliRizal.

Selang beberapa jam, Rizal meminta maaf dan memberi klarifikasi bahwa yield 11,625 persen adalah  surat utang lama.

"Mohon maaf terjadi kesalahan .... yield 11,625  persen adalah surat utang lama RI. Bukan  rencana surat utang baru ???????? yield utang terbaru Indonesia sekitar 8,5persen, tetap lebih tinggi dari Vietnam yg hanya 5-6 persen," pungkas ekonom senior itu


(SAW)