Ekonomi DKI Jakarta 2017 Tumbuh Capai 6,22%

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 06 Feb 2018 09:44 WIB
bank indonesiaekonomi daerah
Ekonomi DKI Jakarta 2017 Tumbuh Capai 6,22%
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi DKI Jakarta mencatat ekonomi DKI Jakarta pada 2017 tumbuh mencapai 6,22 persen (yoy), terakselerasi dibandingkan dengan pertumbuhan tahun lalu yang tercatat sebesar 5,88 persen (yoy). Pencapaian ini menandakan terus berlanjutnya momentum peningkatan pertumbuhan ekonomi ibu kota.

Deputi Direktur BI KPw DKI Jakarta Fadjar Majardi mengatakan, di samping adanya dorongan dari pelaksanaan pilkada, pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta di tahun ini sudah mulai terdorong oleh peningkatan kegiatan investasi dan ekspor Jakarta yang mampu memanfaatkan perbaikan ekonomi global dan nasional.

"Namun dengan melemahnya kinerja belanja pemerintah pada akhir tahun, pertumbuhan ekonomi ibu kota pada kuartal IV tercatat melemah dengan angka pertumbuhan yang hanya mencapai 5,88 persen (yoy)," kata dia dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 6 Februari 2018.

Secara keseluruhan tahun, akselerasi pertumbuhan ekonomi didorong oleh membaiknya investasi dengan pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada 2017 yang cukup tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama dengan terus berlanjutnya investasi bangunan yang diinisiasi oleh Pemerintah melalui pembangunan sejumlah proyek infrastruktur dan konstruksi yang dimulai serentak pada awal 2017.

"Bersamaan dengan peningkatan kinerja ekspor, akselerasi kinerja investasi tersebut berimplikasi pada dorongan kinerja impor sehingga pertumbuhan impor pada keseluruhan 2017 juga mengalami akselerasi yang cukup tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya," jelas dia.

Di sisi lain, kemampuan konsumsi rumah tangga di DKI Jakarta selama 2017 tetap terjaga dengan capaian pertumbuhan yang menguat. Sementara itu, pesta demokrasi yang berlangsung pada 2017, turut berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi ibu kota, melalui capaian konsumsi Lembaga Non-Publik yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh cukup tinggi pada 2017.

Akselerasi pertumbuhan pada komponen pengeluaran tersebut juga sejalan dengan pertumbuhan lapangan usaha (LU) utama di ibu kota. Semakin meningkatnya konsumsi rumah tangga selama tahun 2017 memberikan dorongan positif pada LU Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil, dan Sepeda Motor yang tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

"Serta direspons oleh pertumbuhan LU Industri Pengolahan yang juga mencatatkan pertumbuhan yang tinggi, untuk memenuhi kebutuhan tingkat penjualan. Lebih lanjut, aktivitas Ibukota yang disibukkan dengan pembangunan sejumlah infrastruktur dan konstruksi  mendorong akselerasi pertumbuhan LU Konstruksi," lanjut dia.

BI memperkirakan fase perbaikan ekonomi DKI Jakarta akan terus berlanjut pada 2018 didorong oleh pelaksanaan Asian Games, yang akan berdampak pada peningkatan konsumsi serta ekspor jasa melalui kunjungan wisman dan kontingen yang akan bertanding. Selain itu, Pilkada serentak, yang juga akan diselenggarakan pada tahun ini, serta persiapan Pilpres pada tahun depan akan kembali mendorong pertumbuhan konsumsi LNPRT.

"Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di tingkat regional, nasional, maupun eksternal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta," pungkasnya.


(AHL)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

1 hour Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA