Upaya Pemerintah agar Tensi Politik tak Memengaruhi Perbaikan Ekonomi

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 12 May 2017 15:59 WIB
ekonomi indonesia
Upaya Pemerintah agar Tensi Politik tak Memengaruhi Perbaikan Ekonomi
Menkeu Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berupaya untuk menjaga agar tensi sosiopolitik yang tengah memanas tak memukul perbaikan kegiatan ekonomi yang sedang dilakukan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan terus berupaya meyakinkan bahwa kondisi sosiopolitik yang sedang memanas merupakan hal yang terjadi dalam demokrasi.

"Kita akan terus berusaha untuk bisa meyakinkan bahwa suasana aman tertib," kata Ani di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat 12 Mei 2017.

Lagi pula, tambah Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, panas-panas politik seperti saat ini merupakan cara masyarakat Indonesia dalam menyampaikan aspirasi. Menurut Ani, hal ini tak jauh berbeda dengan negara-negara lain di dunia.

Baca: Politik Dalam Negeri Mempengaruhi Ekonomi Indonesia di 2017

"Kita harap ini tidak akan mengganggu konfiden terhadap perbaikan dari kegiatan ekonomi," jelas Ani.

Sekadar informasi, sore hari setelah sidang keputusan atau vonis kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang berujung pada stabilitas sosiopolitik, mata uang rupiah sempat melemah.

Bloomberg, Rabu 10 Mei 2017, melansir mata uang rupiah melemah tujuh poin atau 0,05 persen dengan berada pada Rp13.359 per USD. Semnetara Yahoo Finance mencatat mata uang rupiah melemah 29 poin atau 0,22 persen dengan berada pada Rp13.374 per USD.

Bahkan data Bank Indonesia (BI) menulis mata uang rupiah melemah sebanyak 38 poin dengan berada pada Rp13.355 per USD. Bukan hanya itu, gerak indeks harga saham gabungan (IHSG) pun terus melemah. Pantauan Metrotvnews.com, Rabu 10 Mei 2017, IHSG anjlok 44,048 poin atau setara 0,773 persen ke posisi 5.653.

 


(AHL)