Pemerintah Bahas Rencana Revisi UU BPK

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 13 Jun 2017 16:50 WIB
bpk
Pemerintah Bahas Rencana Revisi UU BPK
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah berencana merevisi Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kementerian Koordinator bidang Perekonomian saat ini sedang membahas Rancangan UU tentang Perubahan UU BPK tersebut.

"Kita coba ada usulan dari revisi UU BPK. Tapi baru kita bahas, belum sampai ke mana-ke mana," kata Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa 13 Juni 2017.

Dirinya menambahkan, sudah ada usulan terkait rencana revisi UU BPK. Namun begitu, Mardiasmo masih enggan membeberkan mengenai detail poin-poin revisinya karena masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut.

"Ada usulan dari BPK tapi kan belum dibahas. Baru di review. (Usulan) Untuk memperbaiki UU tahun 2006, barangkali ada tambahan cakupan, terus kewenangan, terus ada sinergi antara internal. Kita harus lihat secara lebih holistik. Ini usulan dari pemerintah," jelas dia.

Sementara itu, Deputi Kementerian BUMN Bidang Infrastruktur Hambra menyebutkan jika rapat koordinasi yang dilakukan belum menghasilkan apa-apa. Pasalnya masih perlu pembahasan terkait revisi UU tersebut.

"Ada usulan dari BPK. Kita bahas secara detil, apa masalah, apa latar belakangnya. Kita baru ngobrol-ngobrol saja. Sampai saat ini saya belum dengar ada usulan UU BPK terkait BUMN, lebih general kalau ini," kata dia.

Selain membahas mengenai rencana revisi UU BPK, dalam rapat kali ini pemerintah juga membahas tentang Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA