Sri Mulyani Kaji Kemungkinan Revisi Penerimaan di RAPBNP

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 17 Jun 2017 10:47 WIB
rapbn 2018
Sri Mulyani Kaji Kemungkinan Revisi Penerimaan di RAPBNP
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah mengkaji ulang (review) target penerimaan negara. Ada kemungkinan target tersebut direvisi dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP) 2017 yang akan diajukan Juli mendatang.

Direktur Jenderal Anggaran Askolani mengatakan saat ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masih mengevaluasi target tersebut berdasarkan realisasi penerimaan yang sudah masuk ke kas negara.

"Bisa saja (revisi) terjadi, kita lihat. Bu Menkeu masih hitung dan evaluasi dengan basis data aktual," kata Askolani ditemui di Galeri Nasional, Jakarta Pusat, Jumat 16 Juni 2017.

Dalam APBN 2017, target pendapatan negara disepakati sebesar Rp1.748,9 triliun yang mana untuk penerimaan pajaknya saja yakni Rp1.307,7 triliun. Sementara, dari data Ditjen Pajak hingga April realisasinya baru Rp343,7 triliun atau sekitar 26,28 persen. Capaian ini diklaim tumbuh 18,19 persen dibnading tahun lalu.

Sementara data Mei menunjukkan adanya perlambatan penerimaan pajak. Hal itu disebabkan banyaknya restitusi atau pembayaran kembali pada wajib pajak atas kelebihan yang dibayarkan.

"Melambat karena restitusi di Mei. Restitusi lebih tinggi dari perkiraan. Selain itu ada beberapa jenis pajak yang setorannya bergeser," kata  Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak DJP Yon Arsal.
 
Yon bilang, tantangan penerimaan tahun ini akan bisa dilihat di bulan September. Pasalnya, pada September tahun lalu penerimaan terbantu dari adanya uang tebusan dari program tax amnesty yang mencapai Rp93,7 triliun.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

6 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA