Akhir 2018, BI Ramal Inflasi 3,2%

Desi Angriani    •    Jumat, 09 Nov 2018 16:11 WIB
inflasibank indonesia
Akhir 2018, BI Ramal Inflasi 3,2%
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo. (FOTO: medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) meramalkan angka inflasi pada akhir 2018 berada di kisaran 3,2 persen secara tahunan (yoy). Angka itu menunjukkan tekanan yang lebih rendah dari perkiraan bank sentral sebelumnya.

"Akan lebih rendah lagi dari perkiraan kami bisa sampai 3,2 persen yoy," kata Gubernur BI Perry Warjiyo saat ditemui di Kompleks Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Berdasarkan survei pemantauan harga BI, inflasi pekan pertama November cukup rendah, yakni berada di angka 0,16 persen, secara year to date di kisaran 2,93 persen dan secara year to year di angka 3,12 persen.

Perry bilang penyumbang inflasi mayoritas bersumber dari komoditas bawang merah, bahan bakar minyak (BBM) dan perhiasan emas. Sementara deflasi disumbang oleh ayam ras dan beberapa jenis sayuran.

"Kita perkirakan November ini inflasi cukup rendah 0,16 persen, kalau year to date 2,39 persen dan yoy 3,12 persen," imbuhnya.

Perry mengungkapkan rendahnya tekanan inflasi tersebut turut mengoreksi perkiraan inflasi pada 2019. BI memperkirakan angka inflasi tahun depan akan berada di bawah kisaran 3,5 persen.

Selanjutnya, ekonomi 2019 akan tumbuh di rentang 5,1-5,5 persen dengan current account deficit (CAD) sebesar 2,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Pertimbangan itu kemudian menghasilkan perkiraan inflasi 2019 yang sudah saya sebutkan tadi," tegasnya.

 


(AHL)