Boediono Sebut Dampak Pembangunan Infrastruktur Tidak Instan

Eko Nordiansyah    •    Sabtu, 12 May 2018 08:31 WIB
infrastrukturekonomi indonesia
Boediono Sebut Dampak Pembangunan Infrastruktur Tidak Instan
Mantan Wakil Presiden Indonesia Boediono (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Jakarta: Mantan Wakil Presiden Boediono mengatakan dampak pembangunan infrastruktur baru bisa dirasakan dalam jangka waktu panjang. Dengan demikian, apa yang tengah dilakukan secara gencar membangun infrastruktur tidak bisa dirasakan instan.

"Kalau (pembangunan) infrastruktur yang merupakan jaringan untuk mendukung kegiatan ekonomi juga memakan waktu cukup panjang," kata dia, di Hotel Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Jumat malam, 11 Mei 2018.

Dirinya menambahkan infrastruktur merupakan salah satu dari tiga hal yang perlu dilakukan demi mendukung pembangunan ekonomi. Selain itu, ada pembangunan pendidikan dan reformasi birokrasi yang juga dampaknya baru bisa dirasakan beberapa tahun lagi.

"Sumber daya manusia ini hitungannya bukan satu dua lima tahunan, tapi satu generasi yang mengganti generasi lain. Kalau reformasi birokrasi ini jika dilihat pengalaman dari Singapura, Jepang, dan Thailand, itu memakan waktu barangkali 15 sampai 20 tahun, bisa lebih cepat," jelas dia.

Menurut dia Indonesia perlu mencontoh ketiga hal tadi sebagaimana sukses dilakukan oleh negara-negara Asia timur seperti Jepang, Taiwan, Tiongkok, dan Korea Selatan. Pada akhirnya ketiga hal tadi akan mendorong produktivitas nasional dalam jangka panjang.

Meski demikian, masih ada hal lain yang dibutuhkan yakni upaya serius, berkesinambungan, dan fokus demi mencapai pembangunan dari ketiga poin tersebut. Hal ini pula yang dilakukan negara maju sehingga produktivitas mereka dalam jangka panjang dapat meningkat.

"Ketiga hal ini adalah faktor atau elemen yang hanya bisa dibangun dalam jangka panjang. Bagaimana kita memasukkan institusi atau praktik pembangunan yang bsia mendukung dari tiga tadi secara berkesinambungan? Itu adalah hal yang kita perlu pikirkan bersama," pungkasnya.

 


(ABD)