Stabilitas Sistem Keuangan Terus Diperkuat Jaga Momentum Pertumbuhan

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 18 May 2018 13:45 WIB
bank indonesiaekonomi indonesia
Stabilitas Sistem Keuangan Terus Diperkuat Jaga Momentum Pertumbuhan
Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) terus mendorong penguatan stabilitas sistem keuangan yang merupakan prasyarat bagi terwujudnya pemulihan ekonomi berkesinambungan. Asesmen oleh bank sentral dilakukan terhadap komponen-komponen dalam sistem keuangan.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengatakan asesmen meliputi institusi keuangan, baik perbankan maupun nonbank, pasar keuangan, korporasi, rumah tangga, serta infrastruktur keuangan, yang merupakan landasan bagi perumusan kebijakan makroprudensial Bank Indonesia.

"Oleh karena itu, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk meningkatkan resiliensi sistem keuangan terhadap potensi risiko sistemik di tengah tantangan dan kompleksitas dinamika sistem keuangan," kata dia, di Gedung Sjafruddin Prawiranegara, Kompleks BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 18 Mei 2018.

Dirinya menambahkan, pada 2017 merupakan periode pemulihan ekonomi global setelah pertumbuhan ekonomi dunia menyentuh titik terendah di 2016. Perbaikan perekonomian global memperlihatkan adanya sumber pertumbuhan ekonomi global yang lebih merata.

"Dengan motor pertumbuhan ekonomi dunia yang bersumber dari negara maju dan berkembang. Dari sisi domestik, stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan pada 2017 masih terjaga, disertai dengan risiko perekonomian domestik yang menurun," jelas dia.

Berbagai langkah dan upaya ditempuh oleh BI dan otoritas lain di sektor keuangan dalam merespons dinamika perekonomian dan sistem keuangan global maupun domestik, khususnya dalam memperkuat momentum pemulihan ekonomi nasional yang sedang berjalan.

Ke depan, lanjut Agus, penguatan kebijakan makroprudensial difokuskan kepada tiga aspek utama yaitu penguatan likuiditas, penguatan fungsi intermediasi yang berkualitas dan peningkatan efektivitas instrumen makroprudensial.

Selain itu, BI akan mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan di tengah pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung serta melakukan koordinasi dan harmonisasi kebijakan lintas lembaga yang baik dan berkesinambungan.

"Bank Indonesia juga akan berkoordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," pungkasnya.

 


(ABD)