BI Bantah Tingginya Inflasi Inti karena Pelemahan Rupiah

Husen Miftahudin    •    Jumat, 03 Aug 2018 15:45 WIB
inflasibank indonesia
BI Bantah Tingginya Inflasi Inti karena Pelemahan Rupiah
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyangkal tingginya inflasi inti pada Juli 2018 disebabkan pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Tingginya inflasi inti lantaran adanya faktor musiman, yakni biaya sekolah dan biaya sewa.

"Jadi 0,41 persen (inflasi inti pada Juli 2018) itu sebagian besar karena faktor-faktor musiman yang terkait dengan biaya sekolah dan biaya sewa yang biasanya terjadi pada Juli," kata Perry di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 3 Agustus 2018.

Perry yakin eksportir dan importir telah melakukan lindung nilai atau hedging. Sehingga gejolak rupiah terhadap USD tak mengganggu kinerja dunia usaha.

Perry mengklaim inflasi Juli 2018 sebesar 0,28 persen terkendali. Dia bilang, ada tiga hal yang membuat inflasi terkendali. Pertama, ekspektasi inflasi dari para pelaku ekonomi dan ekonom terjaga dengan baik.

"Kedua, ekonomi Indonesia masih beroperasi di bawah kapasitas nasional, pertumbuhan triwulan satu 5,06 persen dan mudah-mudahan triwulan dua 5,15 persen, masih di bawah kapasitas output nasional. Jadi tekanan inflasi dari permintaan masih rendah," bebernya.

Sedangkan ketiga, yakni tak terjadinya transmisi pelemahan kurs rupiah terhadap USD. "Itu juga sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir, pass through (transmisi) dari nilai tukar tupiah terhadap dolar itu rendah," pungkasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan harga selama Juli 2018 mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya 0,59 persen.

Sementara inflasi inti pada Juli 2018 sebesar 0,41 persen. Inflasi pada periode itu disebut tertinggi sejak Januari 2017. Dalam catatan BPS, pada Januari 2018 inflasi inti tercatat 0,31 persen, Februari 0,26 persen, Maret 0,19 persen, April 0,15 persen, Mei 0,21 persen, dan Juni 0,24 persen.

 


(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA