Hasil Rapat KSSK, OJK: Perlu Perhatikan Tekanan Eksternal

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 31 Jul 2018 20:09 WIB
Hasil Rapat KSSK, OJK: Perlu Perhatikan Tekanan Eksternal
KSSK. Medcom/Ayu.

Jakarta: Hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengatakan ada beberapa tekanan eksternal yang perlu diperhatikan lantaran memberi pengaruh pada kinerja pasar modal dan lembaga keuangan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyebutkan sampai dengan akhir triwulan-II secara umum Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan yang diiringi dengan aksi jual non-residen. Sementara itu, kinerja intermediasi sektor jasa keuangan secara umum mengalami moderasi walau masih terjaga. 

"Dari sisi risiko, OJK menilai risiko yang dihadapi lembaga jasa keuangan masih berada pada level yang manageable," kata Wimboh di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 31 Juli 2018.

Wimboh menjelaskan Rasio Non­ Performing Loan (NPL) gross perbankan posisi Juni 2018 tercatat sebesar 2,67 persen turun dari posisi Mei sebesar 2,79 persen dan rasio Non-Performing Financing (NPF) perusahaan pembiayaan tercatat sebesar 3,15 persen sedikit meningkat dari posisi Mei sebesar 3,12 persen.

Sementara itu, permodalan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) juga terjaga dengan CAR perbankan sebesar 21,9 persen sedikit menurun dari posisi Mei sebesar 22,2 persen, namun jauh di atas threshold. 

Risk Based Capital (RBC) asuransi umum dan asuransi jiwa masing-masing sebesar 333 persen dan 455 persen, naik dari posisi Mei yang tercatat masing-masing sebesar 319 persen dan 442 persen.

Lebih lanjut, kata Wimboh, ekses likuiditas di sektor perbankan per 18 Juli 2018 sebesar Rp539,9 triliun, yang ditunjukkan oleh alat likuid yang dimiliki perbankan dinilai masih cukup untuk mendukung pertumbuhan. 

"Kondisi likuiditas di perbankan juga masih memadai," ucap dia.

Angka pertumbuhan kredit pada Juni 2018 tumbuh sebesar 10,75 persen yoy lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya 7,75 persen yoy. 

Kemudian, di pasar modal, penghimpunan dana sampai dengan Juni 2018 mencapai Rp108 triliun. Emiten baru tercatat sebanyak 31 perusahaan. Angka ini jauh lebih besar dibanding posisi Januari-Mei 2018 sebesar 18 perusahaan. 

"Total dana kelolaan investasi hingga Juni 2018 mencapai Rp706,2 triliun dibandingkan Juni 2017 sebesar Rp685,8 triliun," sebut dia.

OJK akan terus memantau dinamika perekonomian global dan dampaknya terhadap likuiditas pasar keuangan dan kinerja sektor jasa keuangan nasional dan akan mengambil policy measures yang tepat dalam hal tekanan di pasar keuangan terus berlanjut. 

"Sementara itu dalam jangka menengah dan panjang OJK akan terus mengupayakan peningkatan fungsi intermediasi melalui beberapa opsi kebijakan dalam rangka mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan industri berorientasi ekspor, pembiayaan kepada proyek-proyek infrastruktur, dan dukungan pengembangan sektor pariwisata serta perumahan," tutup dia.

(SAW)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

2 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA