Rupiah dan IHSG Bergerak Menguat Usai Pemberlakuan Amnesti Pajak

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 21 Sep 2016 11:03 WIB
tax amnesty
Rupiah dan IHSG Bergerak Menguat Usai Pemberlakuan Amnesti Pajak
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) membacakan keterangan pemerintah dalam sidang pleno uji materi Undang-Undang Pengampunan Pajak di Mahkamah Konstitusi, Jakarta (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa diterbitkannya Undang-Undang (UU) Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty telah sesuai dengan kaidah yang berlaku dan materi didalamnya sudah selaras dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Dalam sidang perdana gugatan UU Pengampunan Pajak di Mahkamah Konstitusi (MK), Ani, biasa ia disapa, menilai, cukup banyak dampak positif terhadap perekonomian Indonesia usai kebijakan pengampunan pajak diberlakukan oleh pemerintah.

Misalnya, Ani memberi contoh, reaksi positif terhadap pergerakan pasar saham di Indonesia. Pada 27 Juni silam atau sebelum UU Pengampunan Pajak disetujui gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat di 4.836. Namun, setelah UU itu disetujui atau tepatnya 20 Juli, gerak IHSG mampu menyentuh level 5.242 atau menguat 406,771 basis poin.

"Nilai kapitalisasinya juga sebesar Rp5.639 triliun," kata Ani, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa 20 September.

Tidak hanya itu, nilai tukar rupiah juga mengalami penguatan. Pada 27 Juni, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.335 per USD dan mengalami penguatan sebanyak 225 basis poin (bps) atau setara 1,69 persen ke posisi Rp13.110 per USD usai pengampunan pajak diberlakukan. Bahkan, pada 14 Juli, nilai tukar rupiah sempat menguat ke posisi Rp 13.085 per USD.

Sedangkan di pasar obligasi, terjadi penurunan yield atau imbal hasil atas Surat Berharga Begara (SBN) benchmark tenor 10 tahun dari 7,76 persen menjadi 6,97 persen atau turun 70 basis poin. "Bayangkan 70 basis poin dikalikan dengan outstanding SBN yang sangat besar. Ini nilainya signifikan," tegas Ani.

Sementara untuk pasar uang, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menambahkan, rata-rata suku bunga pasar uang antarbank untuk tenor overnight mengalami penurunan yang cukup signifikan dari 5,43 persen menjadi 4,62 persen atau turun 83 basis poin.

Lebih jauh, lanjut Ani, dari data monitoring amnesti pajak hingga 20 September pagi tercatat uang tebusan sudah sebesar Rp28,8 triliun yang didominasi dari wajib pajak orang pribadi non-UMKM. Sementara jumlah harta yang dideklarasikan mencapai Rp1.013 triliun.

"Itu kami yakini akan bertambah seiring dengan sosialisasi yang terus dilakukan dan seiring meningkatnya kesadaran masayarakat," pungkas dia.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA