Kuartal II-2018

BKPM Catat Investasi Tumbuh Melambat 3,1%

Desi Angriani    •    Selasa, 14 Aug 2018 11:16 WIB
investasibkpmekonomi indonesia
BKPM Catat Investasi Tumbuh Melambat 3,1%
Suasana konferensi pers BKPM bertajuk realisasi investasi triwulan II dan semester I (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) periode kuartal II-2018 mencapai Rp176,3 triliun. Angka tersebut tumbuh melambat sebanyak 3,1 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 11,8 persen.

"Pertumbuhan investasi kuartal II naik tapi terjadi perlambatan. Jadi kalau nominal naik tapi terjadi perlambatan," kata Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong, dalam sebuah jumpa pers, di Jakarta, Selasa, 14 Agustus 2018.

Menurutnya perlambatan pertumbuhan realisasi investasi triwulan kedua ini dipengaruhi oleh gejolak nilai tukar rupiah dan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Di sisi lain,  para investor cenderung wait and see memasuki tahun politik khususnya Pilpres 2019.

"Di tengah kondisi yang penuh dengan ketidakpastian, investasi kelihatannya cenderung melambat dan para investor bersifat wait and see," tuturnya.

Lembong menambahkan pemerintah terus melakukan penyederhanaan prosedur bagi kegiatan investasi yang sudah dikeluarkan baik melalui Peraturan Pemerintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres) dan Peraturan Menteri/Lembaga.

"Pemerintah selalu membuka diri bagi pelaku usaha yang masih menemui kendala dan hambatan di lapangan," tukasnya.



Adapun selama kuartal II-2018, realisasi PMDN tercatat sebesar Rp80,6 triliun atau naik 32,1 persen dibandingkan dengan Rp61,0 triliun pada periode yang sama 2017, dan PMA sebesar Rp95,7 triliun, turun 12,9 persen dibandingkan dengan Rp109,9 triliun pada periode yang sama 2017.

BKPM juga mencatat realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lima besar lokasi proyek, yakni DKI Jakarta (Rp29,9 triliun, 16,9 persen); Jawa Barat (Rp22,2 triliun, 12,6 persen); Jawa Timur (Rp16,0 triliun, 9,1 persen); Banten (Rp14,4 triliun, 8,2 persen); dan Kalimantan Timur (Rp13,8 triliun, 7,8 persen).

Sedangkan realisasi investasi (PMDN & PMA) berdasarkan lima besar sektor usaha besar yakni pertambangan (Rp28,2 triliun, 16,0 persen); transportasi, gudang, dan telekomunikasi (Rp25,6 triliun,14,6 persen); listrik, gas, dan air (Rp20,8 triliun, 11,8 persen); industri makanan (Rp17,2 triliun, 9,8 persen); dan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (Rp15,8 triliun, 8,9 persen).

Untuk lima besar negara asal PMA ialah Singapura (USD2,4 miliar, 33,5 persen); Jepang (USD1,0 miliar, 14,4 persen); R.R. Tiongkok (USD0,7 miliar, 9,4 persen); Hong Kong, RRT (USD0,6 miliar, 8,2 persen), dan Malaysia (USD0,4 miliar, 5,3 persen).

 


(ABD)