Menkeu Siap Kaji Pajak bagi Industri Kreatif bidang Seni

Suci Sedya Utami    •    Kamis, 14 Sep 2017 11:09 WIB
pajak profesi
Menkeu Siap Kaji Pajak bagi Industri Kreatif bidang Seni
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati siap mengkaji penerapan pajak yang dikeluhkan oleh pemain industri kreatif seperti seniman, penulis, musisi dan lainnya.

Menyusul adanya permintaan untuk menurunkan norma perhitungan penghasilan netto (NPPN) dari posisi saat ini sebesar 50 persen bagi para pekerja seni yang ditetapkan.

"Apakah ada yang perlu direvisi untuk menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi industri kreatif di Indonesia kami akan lihat," kata Ani di kantor pusat DJP, Jakarta Selatan, Rabu malam 13 September 2017.

Sebelumnya, penulis ternama Dewi Lestari atau Dee mengibaratkan profesi penulis layaknya petani yang memerukan waktu lama dari saat mulai menanam hingga panen.

Dee menjelaskan profesi tersebut sesungguhnya tidaklah sama dengan pelaku seni lainnya seperti musisi atau aktris. Hal ini berkaitan dengan penetapan norma penghitunangan penghasilan netto (NPPN) sebesar 50 persen.

"Kalau saya pribadi melihat perlakuan pajak yang dilakukan penulis saya merasa NPPN kami bersama para seniman saya ingin tahu pemikiran itu dari mana, karena mungkin kita sama-sama mengolah rasa jadi sama dengan seniman NPPN kami 50 persen," kata Dee di tempat yang sama.




Padahal, kata Dee, pola pendapatan dan produksi penulis dan pelaku seni lainnya jauh berbeda. Seorang musisi bisa saja dapat penghasilan setiap kali naik ke panggung, atau bahka pencipta lagu bisa menciptakan 50 lagu dalam satu tahun. Sementara penulis buku, lebih cocok diilustrasikan seperti petani.

"Saya lebih merasa penulis lebih mirip petani. Petani panen cabai itu delapan bulan menunggu hasil. Penulis itu saya menulis draf pertama hari ini, tapi saya baru dapat hasilnya 18 bulan kemudian. Lalu pembayaran royalti dua kali setahun jadi, produksi panjang dibayarnya jarang-jarang," ujar dia.

Dee menegaskan, dalam pemeliharaan profesi, untuk bisa menulis buku selanjutnya, maka seorang penulis harus memikirkan bagaimana menafkahi 18 bulan ke depannya, untuk mencari inspirasi dan segala macam  hal untuk menuangkan karya.

Oleh karenanya, dia meminta agar besaran norma 50 persen dapat diperbesar, dengan begitu akan dirasa lebih adil. "Kalau saya pribadi NPPN ditinjau ulang," jelas Dee.


(AHL)

<i>Tender Offer</i> Persero dan <i>Holding</i> BUMN

Tender Offer Persero dan Holding BUMN

18 hours Ago

PRESIDEN Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2017 tentang Pena…

BERITA LAINNYA