Surplus Nonmigas Topang Surplus Neraca Perdagangan Indonesia

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 18 Oct 2016 09:32 WIB
neraca perdagangan indonesia
Surplus Nonmigas Topang Surplus Neraca Perdagangan Indonesia
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyebut surplus neraca perdagangan Indonesia meningkat pada September 2016 didukung oleh kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas. Surplus neraca perdagangan tercatat sebesar USD1,22 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada Agustus 2016 yang sebesar USD36 juta.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara mengatakan, untuk keseluruhan kuartal III-2016, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar USD2,09 miliar, meningkat dibandingkan dengan surplus triwulan II 2016 yang sebesar USD1,92 miliar.

"Neraca perdagangan nonmigas pada September 2016 mencatat surplus sebesar USD1,90 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada Agustus 2016 yang sebesar USD1,02 miliar," ujar Tirta dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (18/10/2016).

Kenaikan surplus neraca perdagangan nonmigas tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor nonmigas minus 9,77 persen (mtm) yang melebihi penurunan ekspor minus 1,35 persen (mtm). Penurunan impor nonmigas terutama dipengaruhi oleh menurunnya impor mesin dan peralatan mekanik, mesin dan peralatan listrik, kendaraan dan bagiannya, pupuk, serta biji-bijian berminyak.

"Sementara itu, penurunan ekspor nonmigas disebabkan oleh turunnya ekspor perhiasan/permata, mesin/pesawat mekanik, bijih, kerak, dan abu logam, barang-barang rajutan, dan biji-bijian berminyak," jelas dia.

Di sisi migas, defisit neraca perdagangan migas pada September 2016 tercatat sebesar USD680 juta, relatif sama dengan angka bulan sebelumnya. Defisit neraca perdagangan migas tersebut dipengaruhi oleh penurunan ekspor migas minus 6,78 persen (mtm), terutama ekspor minyak mentah minus 12,36 persen (mtm), yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan impor migas minus 2,97 persen (mtm).

"BI memandang bahwa kinerja neraca perdagangan pada September 2016 dan keseluruhan kuartal III 2016 positif dalam mendukung kinerja transaksi berjalan. Ke depan, BI akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik yang dapat memengaruhi kinerja neraca perdagangan serta mengupayakan agar kegiatan ekonomi domestik terus berjalan dengan baik," pungkasnya.


(AHL)