Kadin: Dunia Usaha Butuh Stabilitas Makro Ekonomi

Husen Miftahudin    •    Rabu, 30 Nov 2016 20:03 WIB
ekonomi indonesia
Kadin: Dunia Usaha Butuh Stabilitas Makro Ekonomi
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani. Dok : Istimewa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kalangan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengapresiasi langkah-langkah konkret pemerintah untuk menarik investasi melalui penciptaan stabilitas makro ekonomi dan politik di dalam negeri.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, kondisi makro ekonomi tetap stabil di tengah sentimen negatif global. Ini  tercermin dari pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen pada kuartal III- 2016, inflasi pada Oktober 2016 sebesar 3,31 persen, dan cadangan devisa mencapai USD115 miliar.

"Iklim investasi yang baik mensyaratkan stabilitas makro ekonomi dan politik. Dunia usaha sangat membutuhkan stabilitas nilai tukar rupiah untuk  memastikan perhitungan biaya yang harus dikeluarkan," kata Rosan dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

Menurutnya, pemerintah tengah menghadapi tugas cukup berat untuk menjaga stabilitas ekonomi. Apalagi dalam setahun terakhir terjadi berbagai peristiwa di tingkat global yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian pada tahun-tahun mendatang.

Peristiwa lainnya adalah keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) yang sangat mempengaruhi peta perdagangan dunia. Di sisi lain, lanjut Rosan, faktor Trump Effect juga menimbulkan instabilitas ekonomi.

"Tugas stabilisasi ‎ekonomi Indonesia ke depan masih sangat berat dengan adanya faktor eksternal dari ketidakpastian seperti Brexit dan juga Trump effect yang menjadikan instabilitas ekonomi," tuturnya.

Kadin sendiri sebagai mitra pemerintah di bidang ekonomi secara konsisten tetap  berkontribusi secara nyata untuk mewujudkan stabilitas ekonomi dan politik, sehingga Indonesia menjadi negeri yang ramah bagi investasi.

"Sebagai mitra pemerintah, Kadin melakukan langkah-langkah penyesuaian atas program Kadin Indonesia ke depan agar sejalan dengan visi, misi, dan program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian," pungkas Rosan.



(SAW)