Penguatan Rupiah karena Euforia Kemenangan Partai Demokrat AS

Desi Angriani    •    Kamis, 08 Nov 2018 07:45 WIB
pertumbuhan ekonomikurs rupiahekonomi indonesia
Penguatan Rupiah karena Euforia Kemenangan Partai Demokrat AS
Menko Perekonomian Darmin Nasution (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyebut penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tak terlepas dari euforia kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela di Amerika Serikat (AS). Kemenangan tersebut membuat pasar berspekulasi bahwa kebijakan proteksionisme Presiden Donald Trump dapat dibendung.

"Hari ini begitu jauh menguatnya rupiah karena house of representatif-nya dimenangkan Demokrat. Orang mulai mikir, kebijakan galaknya Trump boleh jadi akan direm," kata Darmin Nasution, saat ditemui di Kemenko Perekonomian, Rabu malam, 7 November 2018.

Darmin menambahkan kemenangan Partai Demokrat akan membawa ekonomi negeri Paman Sam kembali ke fundamentalnya. Dengan kata lain, dominasi partai Republik yang saat ini menentukan arah pengelolaan fiskal AS menjadi berkurang.

"Jadi arahnya itu pada saatnya akan balik ke fundamentalnya," ujar dia.

Selain itu, penguatan rupiah juga ditopang oleh masuknya dana investor asing ke dalam negeri. Naiknya dana tersebut dan berdampak terhadap angka cadangan devisa membuat BI berhenti melakukan intervensi pasar selama sepekan.

"Memang pada waktu seminggu ini ya, seminggu ini BI enggak intervensi malah ada dana yang masuk," tambah Darmin.

Namun demikian, mantan Gubernur BI ini enggan memprediksi penguatan mata uang Garuda hingga akhir tahun. Sebab, dunia masih dibayangi oleh gejolak ketidakpastian global. "Saya belum mau jawab sampai akhir tahun rupiah bagaimana termasuk apa saja bisa terjadi sampai akhir tahun," pungkas dia.

Sebelumnya, kurs rupiah menguat ke posisi Rp14,575  per USD pada penutupan perdagangan Rabu sore 7 November 2018. Rupiah menguat 1,52 persen dibandingkan penutupan perdagangan kemarin.


(ABD)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA