Gempa dan Tsunami Dongkrak Inflasi Palu

Husen Miftahudin    •    Kamis, 01 Nov 2018 13:47 WIB
inflasibps
Gempa dan Tsunami Dongkrak Inflasi Palu
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Bencana gempa dan tsunami yang menerjang Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) membuat inflasi Kota Teluk tersebut melambung. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Oktober 2018, Kota Palu mengalami inflasi yang tertinggi dibandingkan dengan 82 kota Indeks Harga Konsumen (IHK).

Kepala BPS Suhariyanto menyebut dari pemantauan pada 82 kota IHK, Kota Palu mengalami inflasi tertinggi sebesar 2,27 persen. Inflasi di Kota Palu lebih tinggi ketimbang inflasi nasional secara keseluruhan di Oktober 2018 sebesar 0,28 persen.

"Inflasi tertinggi terjadi di Palu 2,27 persen. Sedangkan inflasi terendah yaitu Cilegon sebesar 0,01 persen," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers di kantor BPS, Jalan Dr Sutomo, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.

Menurut Suhariyanto tingginya inflasi di Palu tak lepas dari bencana alam yang terjadi. Pascabencana, harga-harga pada sejumlah komoditas, khususnya makanan jadi dan tiket pesawat, mengalami lonjakan tajam.

"Di Palu, selama Oktober mengalami kenaikan harga terutama untuk harga makanan jadi dan lauk pauk itu sumbangannya 0,49 persen, harga tiket angkutan udara ke Palu 0,41 persen. Beberapa harga ikan dan semen 0,10 persen, tetapi harga bahan makanan ada kenaikan sedikit tapi tidak terlalu besar," jelas dia.

Suhariyanto berharap bulan depan inflasi di Palu kembali normal. Hal ini lantaran proses pemulihan pascagempa di kota tersebut telah berjalan.

"Kita lihat selama seminggu terakhir recovery di Palu sudah berjalan. Kita harapkan pada bulan depan inflasi di Palu sudah kembali normal. Jadi tingginya inflasi di Palu karena kita tahu ada musibah bencana alam di sana," pungkas Suhariyanto.

 


(AHL)


Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

Merpati akan Beroperasi Lagi 2019

9 hours Ago

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang sejak 1 Februari 2014 berhenti beroperasi akibat k…

BERITA LAINNYA