Kemenkeu Naikkan Tarif Cukai Minuman Beralkohol

   •    Minggu, 16 Dec 2018 19:12 WIB
bea dan cukaiminuman beralkoholcukai
Kemenkeu Naikkan Tarif Cukai Minuman Beralkohol
Illustrasi. Dok: AFP.

Jakarta: Kementerian Keuangan(Kemenkeu) melakukan penyesuaian tarif cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) dan konsentrat yang mengandung etil alkohol (KMEA) Golongan A, B dan C.

Dikutip dari Antara, Minggu, 16 Desember 2018 penyesuaian tarif cukai hanya dilakukan pada MMEA golongan A (kadar alkohol sampai dengan lima persen) baik dalam negeri maupun. Penyesuaian tarif cukai dilakukan dengan mempertimbangkan kisaran tingkat inflasi dalam empat tahun terakhir.

Pemerintah juga menaikan MMEA golongan B (kadar alkohol lebih dari lima persen sampai 20 persen) dan MMEA golongan C (kadar alkohol lebih dari 20 persen).

Peraturan Menteri Keuangan nomor 158/PMK.010/2018 mengenai Tarif Cukai Etil Alkohol, Minuman yang Mengandung Etil Alkohol, dan Konsentrat yang Mengandung Etil Alkohol yang berlaku mulai 1 Januari 2019. Sejak PMK ini mulai berlaku, maka PMK Nomor 62/PMK.011/2010 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.

Berdasarkan PMK 158/2018, tarif cukai MMEA golongan A sebesar Rp15 ribh per liter untuk dalam negeri maupun impor. Sementara tarif cukai golongan B Rp33 ribu per liter untuk dalam negeri dan Rp44 ribu per liter untuk impor. Kemudian, untuk MMEA golongan C dikenakan tarif cukai Rp80 ribu per liter untuk produksi dalam negeri dan Rp139 ribu per liter bagi yang impor.

Dari tiga golongan itu pemerintah menaikan tarif cukai yang berasal dari impor maupun yang dari dalam negeri. Dalam  PMK Nomor 62/PMK.011/2010 tarif cukai Golongan A Rp11.000 per liter untuk dalam negeri dan impor. Golongan B sebesar Rp40 ribu dalam negeri dan impor. Kemudian Golongan C sebesar Rp75 ribh per liter untuk dalam negeri dan Rp130 ribu untuk impor.

Kemenkeu juga mencatat bahwa kebijakan nonfiskal berupa penindakan MMEA ilegal yang intensif telah berhasil meningkatkan volume impor MMEA golongan B dan C, yang sebelumnya diisi oleh MMEA impor ilegal.

Selain itu, penyesuaian sistem tarif dilakukan pada KMEA yang dikenakan mengikuti international best practices. Sistem tarif cukai untuk KMEA yang selama ini berlaku adalah untuk KMEA jenis cair, sementara best practice yang ada di dunia dapat berbentuk padat atau sering dikenal dengan powdered alcohol.  Berdasarkan hal tersebut kemudian diperlukan penyesuaian tarif cukai KMEA dengan mengkonversi Rp100 ribu per liter menjadi Rp1.000 per gram.


 


(SAW)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

6 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA