Tak Berubah, Komisi XI Sepakat Asumsi Makro yang Diajukan Pemerintah

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 14 Sep 2018 06:00 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesiarapbn 2019
Tak Berubah, Komisi XI Sepakat Asumsi Makro yang Diajukan Pemerintah
Gedung Parlemen (MI/SUSANTO)

Jakarta: Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sepakat dengan asumsi makroekonomi yang diajukan pemerintah dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019. Bahkan asumsi makro ekonomi tak berubah dari nota keuangan Tahun Anggaran 2019 yang disampaikan Agustus lalu.

"Semua fraksi telah sepakat, ditetapkan asumsi makro untuk RAPBN 2019," kata pimpinan rapat Komisi XI Melchias Marcus Mekeng, ketika membacakan hasil keputusan, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Pada 2019 pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai 5,3 persen dengan inflasi 3,5 persen. Sementara nilai tukar rupiah diproyeksikan sebesar Rp14.400 per USD, serta tingkat bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan sebesar 5,3 persen.

Adapun untuk tingkat pengangguran di 2019 ditargetkan berada pada rentang 4,8 sampai 5,2 persen, angka kemiskinan antara 8,5 sampai 9,5 persen, rasio gini sebesar 0,038 hingga 0,039, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di level 71,98.

Sebelum menyepakati asumsi makroekonomi, tiga fraksi yaitu Gerindra, PAN, dan PKS mempertanyakan target yang dipasang pemerintah. Gerindra, misalnya, mempertanyakan target pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, dan inflasi yang dinilai tak sesuai.

"Untuk pertumbuhan ekonomi, sayang hanya angka 5,3 persen, kami ingingkan delapan persen seperti yang di RPJM, tapi kenyataannya angkanya hanya 5,3 persen dan kami ikut," kata Anggota Komisi XI Heri Gunawan dari Partai Gerindra.

Sementara PAN menyoal target inflasi yang diusulkan pemerintah dan PKS yang mempertanyakan nilai tukar apakah sudah sesuai kondisi saat ini. Namun akhirnya ketiga fraksi tadi menyepakati asumsi makro yang diajukan untuk selanjutnya dibahas dengan Badan Anggaran (Banggar).


(ABD)