Bappenas: Revisi Pertumbuhan Ekonomi Tidak Memengaruhi Target Pembangunan

Annisa ayu artanti    •    Sabtu, 21 Jul 2018 13:32 WIB
pertumbuhan ekonomibappenasekonomi indonesia
Bappenas: Revisi Pertumbuhan Ekonomi Tidak Memengaruhi Target Pembangunan
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menilai revisi pertumbuhan ekonomi yang dikatakan Gubernur Bank Indonesia (BI) mendekati batas bawah dari target 5,1-5,5 persen secara setahun tidak memengaruhi target pembangunan Indonesia secara keseluruhan.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro tidak menampik revisi target pertumbuhan ekonomi terjadi lantaran kondisi global sedang tidak menentu. Salah satu dampak negatifnya adalah nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).

"Itu terjadi satu karena kondisi global yang terkait nilai tukar," kata Bambang, saat ditemui acara Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2018, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu, 21 Juli 2018.

Meski BI merevisi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2018, namun Bambang menegaskan bahwa Bappenas tidak mengubah sejumlah target seperti tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran. Sejauh ini, Bappenas berharap tingkat kemiskinan dan pengangguran bisa ditekan sedemikian rupa dalam rangka memeratakan kesejahteraan.



Adapun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja pada Februari 2018 sebesar 133,94 juta orang atau naik 2,39 juta orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal tersebut mengakibatkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun sebanyak 5,13 persen atau berkurang 140 ribu orang.

Sementara angka kemiskinan per Maret 2018 mencapai sebesar 9,82 persen yang merupakan tingkat terendah. "Target pembangunan kemiskinan pengangguran tidak berubah. Yang akan terpengaruh itu utamanya pertumbuhan ekonomi sedangkan inflasi masih bisa terjaga," jelas mantan Menteri Keuangan ini.

Sementara itu, Bambang menilai, untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak terus menerus tergerus oleh penguatan USD maka pemerintah dan Bank Indonesia harus memperbaiki pondasi perekonomian khususnya defisit transaksi berjalan.

"Ya tentunya kita harus memperbaiki fundamentalnya terutama defisit transaksi berjalan," pungkas dia.

 


(ABD)


Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

Tarif Kargo Udara Naik Ratusan Persen

5 hours Ago

Tiga maskapai penerbangan yakni Garuda Indonesia, Lion Air dan Sriwijaya melakukan kebijakan me…

BERITA LAINNYA