Tumbuh di Bawah Ekspektasi, BI Berharap Ada Stimulus untuk Perekonomian

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 08 Nov 2017 15:54 WIB
ekonomi indonesia
Tumbuh di Bawah Ekspektasi, BI Berharap Ada Stimulus untuk Perekonomian
Deputi Gubernur BI Perry Wajiyo (tengah). (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Surabaya: Bank Indonesia (BI) menilai jika realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2017 di bawah ekspektasi. Jika sebelumnya BI memperkirakan ekonomi dapat tumbuh 5,17 persen, namun pada kenyataannya ekonomi pada periode tersebut hanya tumbuh 5,06 persen.

Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengharapkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan realisasinya. Untuk itu, beberapa komponen pendorong ekonomi diharapkan dapat menunjukkan kinerja yang optimal sehingga menopang perekonomian.

"Ke depan harus kita lakukan langkah bersama untuk mempercepat stimulus fiskal, karena stimulus fiskal menjadi sangat penting," kata Perry ditemui di Grand City Convention Center, Surabaya, Jawa Timur, Rabu 8 November 2017.

Dirinya menambahkan, sektor konsumsi pemerintah, investasi hingga ekspor menunjukan kinerja yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. Apalagi pemerintah melalui Kementerian Keuangan juga diyakini akan memberikan stimulus fiskal demi mencapai target pertumbuhan ekonomi.

"Tentu saja menjadi satu hal yang kita monitor itu inventory yang negatifnya cukup besar. Apakah ini suatu indikator bahwa para produsen tidak meningkatkan produksinya, tapi lebih banyak menggunakan inventory yang ada. Itu yang harus kita lihat esensinya, tentu saja ke depan harus kita lakukan langkah bersama," jelas dia.

Sementara itu dari sisi moneter, BI juga memberikan kesempatan agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih tinggi. Salah satunya dengan melakukan penurunan suku bunga acuan sebanyak dua kali, yang diharapkan dapat menggenjot konsumsi lebih tinggi.

"Likuiditas yang longgar maupun makropruden itu diharapkan bisa mendorong dari sisi ekonominya dan ekspornya cukup baik. Kami masih memperkirakan bahwa ekonomi kuartal IV akan lebih tinggi, mengenai angka kita harus komunikasikan dengan data-data terakhir bukan estimasi," pungkasnya.

 


(AHL)