Presiden: Tata Kelola Keuangan Pemerintah Membaik

Achmad Zulfikar Fazli    •    Sabtu, 20 May 2017 19:02 WIB
lkpp
Presiden: Tata Kelola Keuangan Pemerintah Membaik
Presiden Jokowi saat membuka AABS 2015. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo menyebut tata kelola keuangan pemerintah semakin baik. Hal itu ditunjukan atas keberhasilan Indonesia mendapatkan peringkat layak investasi (investment grade) dari lembaga pemeringkat S&P.

Pencapaian kondisi investment grade ini menunjukan adanya kepercayaan yang besar dari dunia internasional terhadap perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Menunjukkan tata kelola keuangan kita semakin baik, fiskal kita semakin baik. Moneter kita juga pengelolaannya semakin baik, kemudian juga dilihat oleh internasional kemudahan berusaha di negara kita juga terus kita perbaiki dan semakin baik,” kata Jokowi di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu 20 Mei 2017.

Menurut dia, apresiasi dari lembaga pemeringkat ini juga memiliki peran penting dalam meningkatkan potensi investasi di Indonesia. “Dengan kepercayaan itu, yang pertama akan membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya karena arus uang, arus investasi akan masuk ke negara kita,” tuturnya.

Jokowi berharap, hal ini juga dapat menurunkan biaya utang pemerintah. Sehingga, pemerintah bisa lebih efisien dan memberikan ruang fiskal yang lebih besar. "Sehingga juga meringankan biaya bunga yang ada di APBN kita,” ucap Jokowi.

Dengan peringkat layak investasi ini, stabilitas politik dan keamanan di Indonesia juga dinilai semakin baik. “Masyarakat semakin dewasa, masyarakat semakin matang dalam berpolitik. Ini juga dilihat oleh mereka,” ungkap dia.

Jokowi pun meyakini kondisi seperti ini dapat menambah optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi. jokowi pun mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengerjakan hal-hal yang produktif dan positif. “Setop, sudah hentikan sekarang saling menjelekkan, saling menghujat, saling memfitnah, hentikan. Kita harus ke era yang produktif, ke era yang lebih optimis,” pungkasnya.

 


(Des)