Sri Mulyani Ungkap Alasan Penerbitan Pajak E-Commerce

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 16 Jan 2019 20:29 WIB
perpajakansri mulyani
Sri Mulyani Ungkap Alasan Penerbitan Pajak <i>E-Commerce</i>
Menkeu Sri Mulyani. (MI/Permana).

Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan alasan di balik penerbitan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 210/PMK.10/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas Transaksi Perdagangan melalui Sistem Elektronik (e-commerce). Penerbitan aturan ini menimbulkan reaksi dari para pelaku usaha e-commerce.

"Bahwa PMK ini bukan untuk memungut pajak online, ini mengenai tata cara. Di dalamnya yang menimbulkan reaksi seperti disebutkan adanya keharusan untuk membuat NPWP atau NIK," kata dia ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 16 Januari 2019.

Dirinya menambahkan, nantinya ketentuan perpajakan untuk e-commerce akan diatur oleh Peraturan Direktorat Jenderal (Perdirjen) Pajak. Apalagi Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menjelaskan banyak pelaku usaha sektor ini yang masuk kategori Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP).

"Banyak pelaku baru yang disampaikan idEA, para IRT, mahasiswa, bahkan murid, anak SMP yang mau bisnis melalui platform. Mereka tidak boleh dan tidak perlu dihalangi untuk melaporkan dan penyerahan NPWP atau NIK, karena mereka pelaku batu yang pasti pendapatannya di bawah PTKP," jelas dia.

Pemerintah, lanjut Sri Mulyani, telah mengundang pelaku usaha termasuk asosiasi e-commerce untuk menjelaskan PMK tersebut. Langkah ini juga dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman antara dunia usaha dengan pemerintah selaku regulator.

Menurut Sri Mulyani, pemerintah memahami model bisnis serta tantangan yang dihadapi e-commerce. Oleh karena itu, aturan ini dimaksudkan agar perkembangan e-commerce bisa disesuaikam dengan peraturan dari pemerintah.

"Tujuannya, bagi kami pemerintah untuk terus memajukan ekonomi digital dan e-commerce secara sustainable karena itu penting. Bagi Indonesia ini adalah langkah atau path ke depan bagi ekonomi Indonesia, maka kami terus diskusi dan komunikasi secara intensif," pungkasnya.





(SAW)