Dampak Penguatan Dolar AS Perlu Diwaspadai

   •    Jumat, 09 Mar 2018 10:39 WIB
dolar as
Dampak Penguatan Dolar AS Perlu Diwaspadai
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Jakarta: Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai penguatan dolar AS terhadap hampir seluruh mata uang di dunia, termasuk Indonesia, perlu diwaspadai.

Menurut Bambang, pernyataan Gubernur bank sentral AS, The Fed, Jerome Powell yang menyebutkan AS perlu lebih agresif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi mengirim sinyal ke pasar di seluruh dunia sehingga dolar menguat.

Bambang menekankan pemerintah harus mengantisipasi potensi keluarnya arus modal (capital outflow) dari negara berkembang kembali ke AS.

"Yang challenging itu outflow. Saat ini indeks terkoreksi cukup lumayan, trading surat utang negara kita juga yield-nya naik. Tentu ini perlu kita waspadai," ujar Bambang saat serah terima pelaksana Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PP ISEI) di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis, 8 Maret 2018.

Bambang menuturkan, meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah, ketahanan rupiah harus tetap diperkuat. Ia menyebut Bank Indonesia tentunya sudah mengantisipasi hal itu dengan melakukan intervensi.

Namun, lanjut Bambang, ketahanan rupiah perlu diperkuat tidak hanya secara operasional, tapi juga fundamental yakni dengan meningkatkan ekspor tidak hanya dari sisi barang, tapi juga dari sisi jasa yakni sektor pariwisata.

"Dari sisi neraca jasa, kita juga punya ekspor jasa. Di situlah salah satu prioritas pemerintah yang memang tengah terus digencarkan, yaitu untuk bisa memperkuat rupiah secara permanen," kata Bambang.

Kemarin, nilai tukar rupiah diperdagangkan pada level Rp13.762 per USD. Angka tersebut tidak banyak berubah jika dibandingkan dengan sejak pekan lalu. Sementara itu, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami rebound sehingga ditutup naik 0,77 persen ke level 6.417. (Media Indonesia)


(AHL)