Menko Darmin Masih Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3%

Eko Nordiansyah    •    Senin, 06 Aug 2018 16:04 WIB
ekonomi indonesia
Menko Darmin Masih Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Capai 5,3%
Menko Darmin Nasution. MI/ROMMY PUJIANTO.

Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,3 persen tahun ini. Apalagi realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 juga cukup baik.

"Saya tidak pernah bilang perekonomian Indonesia tahun ini akan 5,2 persen atau kurang. Saya selalu bilang, 5,3 persen sampai 5,4 persen. Artinya, saya kan bilangnya bukan 5,4 persen fix, (mungkin) 5,3 persen," kata dia di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin, 6 Agustus 2018.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2018 sebesar 5,27 persen secara year on year (yoy). Secara kumulatif, ekonomi pada semester I-2018 mengalami pertumbuhan 5,17 persen.

Darmin menambahkan perlu kerja keras untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tahun ini. Selain tetap menjaga konsumsi rumah tangga untuk tetap berada di atas lima persen, Darmin berharap sektor lain bisa menopang pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun.

"Ya memang untuk 5,3 persen harus kerja keras, kalau enggak, enggak sampai juga. Sektor industri, sektornya lambat, itu yang harus kita coba dorong terus. Kalau pertanian itu enggak usah terlalu berharap bahwa setinggi itu terus, ya kan," jelas dia.

Pada kuartal II-2018, konsumsi rumah tangga mengalami pertumbuhan sebesar 5,14 persen. Bahkan komponen pengeluaran rumah tangga merupakan sumber pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 2,76 persen.

Selain konsumsi, sumber tertinggi untuk pertumbuhan ekonomi kuartal II-2018 masih dari industri pengolahan yang tumbuh 0,84 persen, disusul oleh perdagangan tumbuh 0,69 persen, pertanian tumbuh 0,64 persen, dan konstruksi tumbuh 0,55 persen.


(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA