Daya Beli Melemah, Presiden Minta Pengusaha Percaya Diri

Desi Angriani    •    Rabu, 04 Oct 2017 05:00 WIB
pertumbuhan ekonomiekonomi indonesiadaya beli masyarakat
Daya Beli Melemah, Presiden Minta Pengusaha Percaya Diri
Presiden Joko Widodo (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelaku usaha di Tanah Air tetap percaya diri dalam mengembangkan bisnis meski daya beli masyarakat mengalami penurunan pada kuartal kedua tahun ini.

Jokowi mengungkapkan, pertumbuhan jasa kurir sebesar 130 persen merupakan bukti daya beli tidak melemah melainkan terjadi pergeseran pola konsumsi dari offline menjadi online.

"Saya ingin menyampaikan beberapa hal, agar timbul optimisme dunia usaha. Tadi pak Raden Pardede menyebutkan kita sebetulnya angkanya jelas, tapi kenapa tidak percaya diri. Kepercayaan itu sudah ada," ucap Presiden Jokowi, menutup Rakornas Kadin Indonesia 2017, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa malam 3 Oktober 2017.

Selain itu, dari indikator makro ekonomi nasional terus tumbuh meski sedikit mengalami perlambatan. Inflasi masih tercatat 3,35 persen atau di bawah empat persen sebagaimana asumsi makroekonomi dari pemerintah. Berbagai kebijakan pun berhasil membuat Indonesia mendapatkan peringkat layak investasi.

Bahkan tingkat kemudahan berusaha atau easy doing of business di Indonesia naik dari peringkat 120 menjadi 90. "Kalau dibandingkan negara lain kita masih bagus. Tapi ini kan indikator makronya. Kalau pengusaha itu biasanya, lapangannya baaimana pak. Tapi kan saya juga tiap hari di lapangan," ungkap dia.

Presiden menambahkan, hanya politikus yang kemungkinan besar meragukan data tersebut. Dengan demikian, dunia usaha seharusnya optimistis dan menumbuhkan kepercayaan diri untuk bersaing di pasar global.

"Kalau angka seperti ini diragukan, ini yang meragukan sebetulnya bukan dunia usaha, saya yakin ini orang politik atau politikus yang nyambi dengan dunia usaha. Ada apa," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.


(ABD)