Menko Darmin Akui Upaya Penguatan Rupiah tak Bisa Instan

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 05 Sep 2018 16:31 WIB
rupiah menguatrupiah melemah
Menko Darmin Akui Upaya Penguatan Rupiah tak Bisa Instan
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengakui pemerintah telah mengambil sejumlah langkah untuk meredam pelemahan rupiah. Namun upaya tersebut tidak bisa berdampak langsung pada penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

"Sebenarnya situasinya adalah kita tahu situasi harus dilakukan langkah-langkah dan sudah dilakukan. Tapi realisasinya memang tidak secepat yang diharapkan," kata dia ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 5 September 2018.

Dirinya menambahkan, pemerintah sebelumnya telah meluncurkan layanan sistem perizinan terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS). Dari kebijakan ini pemerintah berharap bisa mendorong investasi serta industri berorientasi ekspor.

"Sehingga kami menciptakan perizinan yang paling sederhana. Memang (yang mengajukan izin) sampai 1.000 per hari, tapi investasinya kapan masuk ke sini? Perlu waktu artinya," jelas dia.

Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan berbagai insentif fiskal bagi industri. Mulai dari tax allowance, tax holiday, mini tax holiday, super deduction untuk industri yang menggembangkan vokasi, hingga penurunan PPh Final untuk UMKM.

Pemerintah juga telah mewajibkan pengunaan biodiesel sebesar 20 persen (B20) mulai 1 September untuk solar subsidi (PSO) maupun solar nonsubsidi (non PSO). Tujuannya adalah mengurangi impor minyak, sehingga bisa menyehatkan neraca perdagangan yang mengalami defisit.

"Melihat situasi itu, kemudian tekanan jalan terus, kami mencari harus yang ada sifatnya instan. Tapi seinstan-instannya tidak bisa juga menandingi pergerakan harian. Tapi secepat-cepatnya bergerak, respons di pasar tidak kalah cepatnya, artinya perlu waktu," pungkasnya.

 


(AHL)