Hingga April, Pemerintah Telah Tarik Utang Rp187,2 Triliun

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 18 May 2018 10:11 WIB
utang luar negerisurat utangekonomi indonesia
Hingga April, Pemerintah Telah Tarik Utang Rp187,2 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Jakarta: Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat telah melakukan penarikan utang sebesar Rp187,2 triliun. Penarikan utang dimaksud setara 46,88 persen dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 yang ditetapkan sebesar Rp399,2 triliun.

Pembiayaan tersebut digunakan untuk membiayai utang yang jatuh tempo serta untuk membiayai defisit anggaran yang mencapai sebesar Rp325,9 triliun di sepanjang 2018 atau setara 2,19 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) di mana realisasinya hingga April telah mencapai Rp55,1 triliun atau 0,37 persen.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya yakni di 2016 dan 2017 di mana masing-masing mencapai Rp201,2 triliun dan Rp193,6 triliun di bulan yang sama.

"Ini jauh lebih rendah dari tahun lalu dan pertumbuhannya negatif 3,3 persen. Artinya kita semakin sehat," kata Ani, sapaan akrabnya, di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis, 17 Mei 2018.

Pembiayaan utang tersebut terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp180,7 triliun atau 45,76 persen dari target Rp414,52 triliun. Kemudian, melalui pinjaman yang negatif sebesar Rp2,5 triliun.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini memastikan hingga akhir tahun pembiayaan utang masih akan terus berlangsung, meski dalam beberapa bulan terakhir terjadi gejolak pasar seperti depresiasi kurs yang memengaruhi penerbitan SBN dengan penawaran yang rendah.

"Sampai akhir tahun kita tetap optimistis bisa melakukan realisasi pembiayaan untuk menjaga keberlangsungan APBN secara stabil," pungkas Ani.

 


(ABD)