Kemenko Perekonomian Ajukan Rp482,68 Miliar untuk Anggaran 2019

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 07 Jun 2018 12:59 WIB
kementerian perekonomian
Kemenko Perekonomian Ajukan Rp482,68 Miliar untuk Anggaran 2019
Menko Perekonomian Darmin Nasution. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Kementerian Koordinator (Kemenko) bidang Perekonomian membutuhkan dana sebesar Rp482,68 miliar untuk anggaran tahun depan. Kebutuhan anggaran ini mengalami peningkatan dibandingkan pagu anggaran sebelumnya Kemenko Perekonomian 2019 sebesar Rp414,16 miliar.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tambahan Rp68,5 miliar akan digunakan untuk pengembangan program online single submission (OSS) atau sistem perizinan online terpadu. Meskipun program ini semestinya berada di bawah Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Maka total anggaran Rp482,68 miliar, terdiri dari program koordinasi kebijakan bidang perekonomian Rp318,73 miliar, dan program dukungan manajemen dan tugas teknis lainnya Rp163,94 miliar," kata Darmin dalam rapat dengan Badan Anggaran DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 7 Juni 2018.

Dirinya menambahkan, beberapa program kerja Kemenko Perekonomian akan diarahkan sesuai tema yaitu pemerataan pembangunan untuk pertumbuhan yang berkualitas. Selanjutnya, tema besar tahun depan akan dijabarkan dalam tiga program strategis.

"Pertama itu mempertahankan momentum pertumbuhan di tengah tahun politik. Kedua, menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tekanan global. Ketiga, medorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," jelas dia.

Selain itu, beberapa program Kemenko Perekonomian di 2019 adalah mengawal proyek strategis nasional (PSN), merealisasikan program kebijakan satu peta atau one map policy, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Kita juga menjalankan roadmap e-commerce Indonesia yang ini ada di bawah Menkominfo, karena Menko hanya sebagai pengarah, paket kebijakan termasuk mencapai target kemudahan berusaha atau EoDB, stabilisasi harga, pemerataan ekonomi, dan pemberdayaan ekonomi umat," pungkasnya.

 


(AHL)