Kala Jokowi "Menodong" Pengusaha Kakap Ikut Amnesti Pajak

Desi Angriani    •    Jumat, 23 Sep 2016 11:36 WIB
tax amnesty
Kala Jokowi
Presiden Joko Widodo menodong pengusaha pajak untuk ikut amnesti pajak. (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan berbagai cara untuk mencapai target tebusan program amnesti pajak sebesar Rp165 triliun. Salah satunya, dengan jalan "menodong" belasan pengusaha kelas kakap saat makan malam di Istana Negara.

"Ya bapak presiden mengundang para pengusaha ini, terutama yang dalam kategori high whealth untuk mulai mematuhi peraturan perpajakan. Terutama amnesti pajak," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, di Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis, 22 September.

Sri Mulyani menuturkan, saat makan malam tersebut Presiden meminta partisipasi penuh dari para pengusaha baik perorangan maupun badan usaha untuk menyukseskan program pengampunan pajak. Permintaan itu pun mendapat sambutan baik dari tamu undangan.

"Banyak tadi yang menyatakan bahwa mereka akan siap. Bahkan seperti kadin akan melakukan koordinasi untuk secara bersama-sama melakukannya pada minggu depan," tuturnya.

Presiden, katanya, berjanji akan memberikan kelonggaran berupa penundaan kelengkapan berkas administrasi. Namun para pengusaha diharuskan membayarkan pajak berdasarkan jadwal dan jumlah deklarasi yang disampaikan.

"Persyaratan administrasi dan dokumen pendukungnya masih bisa kita atur untuk bisa disertakan atau diserahkan sampai dengan akhir tahun ini," ungkap mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Pada kesempatan sama, pengusaha sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie mengakui undangan makan malam dari Presiden Jokowi untuk membicarakan program amnesti pajak. Ical optimistis program tersebut akan berjalan sesuai target Pemerintah.

"Makan malam supaya tax amnesty juga dipercepat. Kita harus optimistis ini untuk negara," ucap Ical.

Sementara itu, pengusaha Arifin Panigoro mengaku sudah ditodong Presiden sejak beberapa waktu lalu. Dia diminta segera melakukan repatriasi dan deklarasi harta kekayaannya, beserta badan usaha yang dimiliki pendiri perusahaan minyak MedcoEnergi ini.

"Dua-duanya, semuanya. Diikuti. Cuma, kalau dokumen dan administrasi boleh mundur. Wah aku sudah ditodong Selasa, aku harus selesai semua minggu ini," tutur Arifin.

Sementara bos media grup sekaligus Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh juga mengatakan hal serupa. Dia mengaku sudah mengikuti program amnesti pajak sejak awal September. "Oh saya kan wajib pajak bagaimana saya enggak ikut, salah ya. (Sudah) sebelum tanggal 1," tegas Surya Paloh.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA