Sudah Diantisipasi, Kenaikan FFR Berdampak Positif

Eko Nordiansyah    •    Kamis, 16 Mar 2017 13:02 WIB
the fedekonomi indonesia
Sudah Diantisipasi, Kenaikan FFR Berdampak Positif
Gedung The Fed (REUTERS/Chip East)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank sentral Amerika Serikat (AS) yakni Federal Reserve atau the Fed memutuskan menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Kenaikan ini merupakan yang ketiga sejak krisis keuangan global pada 2008 lalu.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, kenaikan itu telah diantisipasi oleh pasar. Sehingga dampak yang ditimbulkan tidak terlalu membuat gejolak yang berarti mengingat sinyal kenaikan Fed Fund Rate (FFR) sejak akhir tahun lalu.

"Di samping itu, pernyataan Janet Yellen semalam juga cenderung dovish di mana stance kebijakan akomodatif dalam jangka pendek ini dan menekankan bahwa pace kenaikan FFR akan gradual pada tahun ini," ujarnya, kepada Metrotvnews.com, di Jakarta, Kamis 16 Maret 2017.

Dirinya mebambahkan, akibat kenaikan FFR ini nilai tukar dolar Amerika Serikat (USD) melemah terhadap mata uang utama termasuk mata uang Asia pada pembukaan perdagangan Asia di hari ini. Selain itu, imbal hasil US Treasury turun sekitar 11 bps menjadi 2,49 persen dan indeks saham AS juga cenderung menguat.

Rupiah juga mengalami penguatan dengan berada pada posisi Rp13.316 per USD dari sebelûlumnya Rp13.364 per USD. Senada dengan hal tersebut, Indeks Harga Saham Gabungan juga menguat 48,239 poin atau setara 0,888 persen ke 5.480.

Oleh karena itu, Josua memandang jika Bank Indonesia (BI) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan. Saat ini BI 7 day reverse repo rate berada pada level 4,75 persen. "Di samping itu, pada hari ini, Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan sedemikian sehingga akan mendukung stabilitas rupiah dalam jangka pendek ini," jelas dia.

 


(ABD)