BKPM Sebut Rencana Realisasi Investor Korea USD200 Juta

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 14 Mar 2017 15:14 WIB
bkpmindonesia-korea
BKPM Sebut Rencana Realisasi Investor Korea USD200 Juta
Kepala BKPM Sigid Kurniawan. (FOTO: ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut realisasi investasi dari Korea Selatan yang akan segera dilakukan sebesar USD200 juta. Investasi ini akan disalurkan ke beberapa sektor seperti infrastruktur serta kelistrikan.

"Jadi minggu ini ekspektasi saya itu di sektor infrastruktur dan listrik. Ada beberapa yang proyek akan diteken, kira-kira (nilainya) USD200 juta," kata Kepala BKPM Thomas Lembong di Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Selasa 14 Maret 2017.

Meski begitu, Tom mengaku masih perlu beberapa perizinan guna merealisasikan investasi dari Korea tersebut. Dirinya meyakini investasi Korea yang selama ini telah dijalankan bisa lebih ditingkatkan khususnya di bidang-bidang yang baru.

Baca: Presiden 'Jual' Peluang Investasi ke Chaebol

Dirinya menambahkan, investasi dari Korea juga berkontribusi dalam menyerap banyak tenaga kerja. Dengan investasi di sektor padat karya lainnya maka BKPM optimistis jika investasi dari Korea juga tak kalah menyerap tenaga kerja dibandingkan investasi dari negara lain.

"Pak Presiden juga mengatakan bahwa pabrik-pabrik tekstil, (pabrik) sepatu milik Korea mempekerjakan 900 ribu pekerja kita. Terus terang banyak minat, banyak pengusaha sepatu Korea yang punya pabrik di Tiongkok, bikin lagi di sini. Jadi itu suatu proses yang jalan terus menerus," jelas dia.

Baca: Presiden Mengajak Konglomerat Korsel Investasi di Industri Kreatif

Selain sektor yang selama ini sudah ada, BKPM menawarkan investasi di sektor industri kreatif serta pariwisata kepada Korea. Dengan begitu, Tom meyakini jika penyerapan tenaga kerja bisa lebih meningkat hingga 30 persen dari total tenaga kerja yang sekarang sudah masuk sekira 1,39 juta orang.

"Saya kira kalau investasi terus seperti ini nanti bisa (penyerapan tenaga kerja) naik 20 hingga 30 persen dari sekarang. Itu yang langsung, terus terang yang lebih besar lagi dampak tidak langsung, turunan-turunannya. Mereka mempekerjakan lebih banyak lagi orang jadi emang ini strategis buat kita," pungkasnya.


(AHL)