Penerbitan SUN Sumber Utama Penambal Defisit Fiskal Rp362 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 11 Sep 2017 14:34 WIB
apbn 2017
Penerbitan SUN Sumber Utama Penambal Defisit Fiskal Rp362 Triliun
Illustrasi. MI/Susanto.

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Keuangan (kemenkeu) mengharapkan angka perkiraan defisit fiskal sebesar Rp362 triliun di APBN-Perubahan (APBNP) bisa ditopang oleh penerbitan Surat Utang Negara (SUN). Posisi SUN hingga akhir Agustus di tahun ini sudah mencapai sebesar Rp3.088 triliun.

"Target defisit APBN-P 2017 sebesar 2,67 persen bisa didukung oleh penerbitan SUN. Kondisi pembangunan infrastruktur kita harus dibiayai melalui SUN," ujar Direktur SUN Kemenkeu Loto Srinaita Ginting, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin 11 September 2017.

Penerbitan SUN, Loto mengaku, sejalan dengan target pemerintah mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tak hanya itu, bisa juga meningkatkan belanja kesehatan dan pendidikan.

Untuk mendorong penerbitan SUN, menurutnya, saat ini pemerintah tengah menggenjot pertumbuhan jumlah pelaku pasar (investor) individu. Pada saat ini investor individu turut serta membeli Surat Berharga Negara (SBN), tapi yang berbasis nonritel di pasar sekunder.

Posisi SUN sebesar Rp3.088 triliun per Agustus 2017, bilang Loto, sebesar Rp2.563,3 triliun datang dari SBN. Adapun dari Surat Berharga Syariah Negara (sukuk negara) sebesar Rp524,7 triliun. "SBN menjadi andalan sebagai sumber pembiayaan pembangunan kita," tegas Loto.

Investor individu yang menempatkan modalnya di SBN, Loto menguraikan, yakni sebesar Rp59 triliun, sebesar Rp48,35 triliun di instrumen SBN ritel, sebesar Rp10,7 triliun di SBN nonritel.

"Mereka membeli dari pasar sekunder yang sebesar 16 persennya bermain di tenor lebih dari sepuluh tahun," tutur Loto.

Mulai dari 29 September 2017 hingga 19 Oktober 2017, Lanjut Loto, pemerintah bakal meluncurkan ORI014 di pasar perdana, sehingga nantinya bisa menjadi pilihan investasi di pasar sekunder. Sampai saat ini, investor individu semakin cerdas, mereka tidak hanya membeli instrumen ritel, tetapi juga nonritel.

"Pemerintah juga akan mencoba untuk menjual SBN ritel secara online. Kami akan melakukan kemitraan dengan beberapa mitra distribusi. Investor hanya registrasi ke mitra distribusi, bank, broker dan perusahaan fintech," pungkas Loto.





(SAW)