Industri Pengolahan Nonmigas Berkontributor Terbesar ke Ekonomi di Kuartal II

   •    Minggu, 13 Aug 2017 20:49 WIB
ekonomi indonesia
Industri Pengolahan Nonmigas Berkontributor Terbesar ke Ekonomi di Kuartal II
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. (FOTO : Dokumentasi Kemenperin).

Metrotvnews.com, Jakarta: Industri pengolahan nonmigas memberikan kontribusi terhadap  Pendapatan Domestik Bruto (PDB) nasional pada triwulan II-2017 sebesar 17,94 persen. Kontribusi ini terbesar dibandingkan sektor lainnya, seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan sekitar 13,92 persen, konstruksi 10,11 persen, serta pertambangan dan penggalian 7,36 persen.

"Kami terus fokus untuk memacu kinerja industri pengolahan nonmigas agar tetap mampu menjadi penggerak utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dikutip dari Media Indonesia, Minggu 13 Agustus 2017.

Menurut Airlangga, tanggung jawab untuk menarik investasi dan penciptaan lapangan kerja di sektor industri juga berada di pundak Kementerian Perindustrian.

"Dengan adanya investasi, maka terciptanya lapangan kerja baru, sehingga akan menambah daya beli dan konsumsi masyarakat. Oleh karenanya, industri menjadi penunjang dari target pertumbuhan ekonomi," tegasnya.

Untuk mencapai sasaran tersebut, salah satu langkah strategis dalam kebijakan prioritas industri nasional adalah pengembangan industri berbasis sumber daya alam melalui hilirisasi.

"Pengembangannya mencakup industri hilir berbasis migas dan batubara, industri hilir berbasis agro, serta industri hilir berbasis mineral logam," sebut Airlangga.

Kebijakan ini akan memberikan banyak manfaat, antara lain bagi penguatan struktur industri, penyebaran dan pemerataan industri, serta penghematan devisa dalam negeri yang disertai peningkatan devisa dari luar negeri.

"Selain itu, peningkatan nilai tambah dalam negeri dan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional," lanjutnya.

Kebijakan lainnya, yaitu meningkatkan daya saing dan produktivitas industri padat karya berorientasi ekspor. Sektor ini meliputi industri alas kaki, industri pengolahan ikan dan rumput laut, industri aneka, industri furniture kayu dan rotan, serta industri kreatif.

Pada semester I-2017, ekspor industri pengolahan nonmigas mencapai USD59,78 miliar atau naik 10,05 persen dibandingkan periode yang sama di 2016 sebesar USD54,32 miliar. Ekspor industri pengolahan nonmigas ini memberikan kontribusi sebesar 74,76 persen dari total ekspor nasional pada semester I-2017 yang mencapai USD79,96 miliar.

 


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA