Apa itu NPI?

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 19 May 2017 15:32 WIB
neraca pembayaran indonesia
Apa itu NPI?
Deputi Direktur Departemen Statistik BI Tutuk S Cahyono. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) selalu menerbitkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) yang mencakup data kuartalan. Lalu sebenarnya, apa itu NPI dan bagaimana dampaknya bagi perekonomian Indonesia?

Deputi Direktur Departemen Statistik BI Tutuk S Cahyono menjelaskan jika NPI merupakan statistik yang merangkum transaksi ekonomi antara penduduk dengan bukan penduduk dalam periode waktu tertentu.

"Terdiri dari transaksi berjalan, transaksi modal, dan transaksi finansial," kata dia di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat 19 Mei 2017.

Dirinya menambahkan, transaksi ekonomi yang dimaksud adalah interaksi antara penduduk dan bukan penduduk yang terjadi melalui mutual agreement atau penerapan ketentuan dan melibatkan suatu pertukaran nilai ekonomi atau transfer.

"Ini meliputi pertukaran barang/jasa dengan barang/jasa, pertukaran barang/jasa dengan aset finansial baik saham, cash, obligasi, pertukaran aset finansial dengan aset finansial, serta unrequited transfer seperti pemberian sumber daya riil/finansial tanpa imbalan misalnya hibah, pengiriman dana oleh Tenaga Kerja Indonesia (TKI)," jelas dia.

Sementara itu, definisi penduduk adalah orang atau badan yang berdomisili atau berencana berdomisili suatu negara sekurang-kurangnya satu tahun, yang pusat kegiatan ekonomi utamanya berada pada negara domisili tersebut.

"Penduduk ini tidak sama dengan kewarganegaraan. Baik itu warga negara asing (WNA), perusahaan milik asing, dan staf lokal keduataan/lembaga asing di Indonesia, keduataan/konsulat Indonesia, diplomat, turis, siswa, serta pasien Indonesia yang ada di luar negeri," pungkasnya.

Adapun transaksi berjalan memuat transaksi barang, jasa, pendapatan primer, dan pendapatan sekunder. Sedangkan transaksi finansial berisi investasi langsung, investasi portofolio, investasi lainnya.

Jika transaksi berjalan mengalami defisit terlalu tinggi maka dibutuhkan adalah transaksi finansial yang tinggi. Jika tidak mencukupi maka simpanan yang ada di cadangan devisa. Dengan kondisi itu berarti rupiah akan mengalami tekanan karena kebutuhan dolar AS yang meningkat.

"Ini dampaknya adalah permintaan dolar ASyang tinggi sehingga rupiahnya mengalami tekanan. Kalau rupiah tertekan maka transaksi berjalan defisitnya harus dijaga. Current Account Deficit yang sehat itu antara dua hingga 2,5 persen dari PDB," tutup dia.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA