BI Yakin Optimisme terhadap Perekonomian Indonesia Kian Membaik

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 19 May 2017 17:41 WIB
ekonomi indonesia
BI Yakin Optimisme terhadap Perekonomian Indonesia Kian Membaik
Gubernur BI Agus Martowardojo. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyambut baik hasil asesmen Standard and Poor’s (S&P) yang menempatkan Indonesia pada investment grade. Dengan kata lain lembaga pemeringkat internasional tersebut telah menaikkan peringkat Indonesia pada level BBB- atau stable outlook.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, kini Indonesia telah memperoleh status investment grade dari ketiga lembaga rating utama. Hal ini semakin menegaskan pengakuan dunia internasional terhadap keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian.

"Kami yakin bahwa optimisme terhadap perkembangan ekonomi Indonesia ini juga dirasakan oleh pelaku pasar dan stakeholder terkait lainnya. Untuk itu, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas makroekonomi guna mendukung berlanjutnya upaya reformasi struktural pemerintah dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 19 Mei 2017.

Sebelumnya S&P mengafirmasi rating Indonesia pada level BB+/Outlook Positive pada 1 Juni 2016 hingga kemudian S&P menaikan peringkat Indonesia. Keputusan S&P didasari oleh berkurangnya risiko fiskal seiring kebijakan anggaran pemerintah yang lebih realistis sehingga membatasi kemungkinan pemburukan defisit ke depan secara signifikan.

Langkah ini juga dapat mengurangi risiko peningkatan rasio utang Pemerintah terhadap PDB dan beban pembayaran bunga. Di sisi lain, S&P juga memproyeksikan perbaikan penerimaan negara sebagai dampak lanjutan dari perolehan data program tax amnesty serta pengelolaan pengeluaran fiskal yang lebih terkendali.

Selain itu, Indonesia dinilai telah menunjukkan perumusan kebijakan yang efektif untuk mendukung keuangan pemerintah yang berkesinambungan dan pertumbuhan ekonomi yang berimbang.

Lebih lanjut, S&P menyatakan BI sebagai bank sentral memegang peran kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dengan mengurangi dampak dari gejolak ekonomi dan keuangan kepada stabilitas makroekonomi.

Dalam kaitan ini, inflasi dapat dijaga dan sejalan dengan negara mitra dagang utama, independensi BI dalam menjaga pencapaian target kebijakan moneter dapat dipertahankan, penggunaan instrumen berbasis pasar dalam implementasi kebijakan moneter semakin besar, serta penerapan fleksibilitas nilai tukar rupiah semakin meningkat.


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA