Kunci Ekonomi Indonesia Capai 7%

Eko Nordiansyah    •    Jumat, 08 Feb 2019 12:05 WIB
bappenasekonomi indonesia
Kunci Ekonomi Indonesia Capai 7%
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (tengah). (FOTO; Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas menyebutkan industrialisasi menjadi kunci pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sayangnya sektor manufaktur Indonesia saat ini belum terdiversifikasi dan masih mengekspor produk dengan variasi yang relatif sedikit.

Hasil studi ADB-Bappenas dalam buku 'Kebijakan untuk Mendukung Pembangunan Sektor Manufaktur di Indonesia 2020-2024' menunjukkan bagaimana ekonomi Indonesia dapat tumbuh di kisaran tujuh persen di masa depan. Hal yang menjadi penting adalah upaya diversifikasi dan meningkatkan sektor manufaktur.

"Termasuk agar pemerintah dapat mendorong kebijakan industri yang lebih modern, serta peranan penting dari kebijakan fiskal dan moneter dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lebih tinggi," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat, 8 Februari 2019.

Struktur perekonomian yang masih berbasis komoditas serta manufaktur dan jasa berteknologi rendah akan menyulitkan Indonesia untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi. Padahal dalam waktu lima belas tahun ke depan, Indonesia bertekad untuk menjadi negara berpendapatan tinggi.

"Agar aspirasi dan cita-cita untuk mencapai negara berpendapatan yang lebih tinggi ini dapat dicapai, penting bagi Indonesia untuk mendorong pengembangan industri manufaktur dengan kompleksitas dan nilai tambah yang lebih tinggi," jelas dia.

Selain itu, hal lain yang menjadi perhatian adalah bagaimana meningkatkan produktivitas, mendukung diversifikasi produk, menciptakan keterkaitan nilai tambah yang lebih kuat antara perusahaan besar dengan usaha kecil menengah (UKM), dan juga perusahaan domestik dengan pasar internasional.

Bambang berharap, hasil studi ADB-Bappenas ini menjadi landasan yang kokoh bagi para pengambil kebijakan Indonesia agar mulai merencanakan kebijakan yang perlu dilaksanakan. Tujuannya guna mendukung pembangunan Indonesia dalam jangka menengah dan panjang.

"Hasil studi ADB-Bappenas ini juga menekankan transformasi ekonomi Indonesia perlu menjadi prioritas pembangunan jangka menengah 2020-2024. Analisis dan rekomendasi dalam buku ini juga akan menjadi masukan penting bagi agenda pembangunan jangka menengah 2020-2024," pungkasnya.

 


(AHL)