BI Tegaskan Larangan Penggunaan Bitcoin untuk Bertransaksi

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 06 Dec 2017 17:26 WIB
bitcoin
BI Tegaskan Larangan Penggunaan Bitcoin untuk Bertransaksi
Mata uang digital, Bitcoin (AFP).

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menegaskan larangan bagi masyarakat maupun merchant untuk menggunakan mata uang virtual bitcon. Pasalnya mata uang digital tersebut bukan mata uang yang sah yang diakui oleh bank sentral.

"Tentu yang di luar yang diakui bank sentral tidak diakui sebagai sistem pembayaran," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara ditemui di Hotel Westin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu, 6 Desember 2017.

Nilai mata uang digital bitcoin sepanjang tahun ini telah meningkat lebih dari 1.000 persen. Awal pekan ini, nilai bitcoin sudah mencapai USD12 ribu atau sekitar Rp162 juta.

Mirza menambahkan bank-bank sentral di dunia tengah mempelajari mata uang digital seperti bitcoin. Namun demikian dirinya menegaskan jika BI tidak mengakui bahwa bitcoin adalah alat pembayaran yang sah yang bisa digunakan masyarakat.

"Bahwa yang penting masyarakat jangan menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Alat pembayaran di Indonesia ya rupiah. Sekarang masih early stage juga karena bagi bank sentral di dunia sedang mempelajari digital currency," jelas dia.

Dirinya mengakui BI dengan tegas melarang bahwa uang digital seperti bitcon digunakan untuk bertransaksi. Dengan larangan ini maka siapa pun termasuk merchant tidak diperbolehkan untuk menerima transaksi yang menggunakan bitcoin.

"Itu (mata uang) harus diakui oleh otoritas moneter dan sistem pembayaran. Ya bitcoin saat ini tidak diakui oleh Bank Indonesia sebagai alat pembayaran di Indonesia, sebaiknya merchant tidak menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran," pungkasnya.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA