Laporan Transaksi Kartu Kredit ke DJP Disarankan di Atas Rp3 Miliar

Eko Nordiansyah    •    Rabu, 14 Feb 2018 21:44 WIB
kartu kreditditjen pajak
Laporan Transaksi Kartu Kredit ke DJP Disarankan di Atas Rp3 Miliar
Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani. (FOTO: Medcom.id/Husen Miftahudin)

Jakarta: Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) meminta data transaksi kartu kredit yang dilaporkan kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah di atas Rp3 miliar. Saat ini DJP  mewajibkan lembaga jasa keuangan untuk melaporkan data nasabah yang memiliki jumlah rekening di atas Rp1 miliar.

"Jadi sekarang masih di tataran usulan itu. Kalau sekarang usulannya di Rp3 miliar ke atas," kata Ketua Bidang Pengkajian dan Pengembangan Perbanas Aviliani ditemui usai diskusi di DPP PAN, Jalan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Februari 2018.

Dirinya menambahkan, Perbanas saat ini telah melakukan diskusi dengan stakeholder untuk menaikkan batas transaksi kartu kredit yang dilaporkan. Selain itu, Perbanas juga meminta kerahasiaan data nasabah bisa dijamin hanya untuk kepentingan perpajakan.

Menurut dia, masyarakat masih khawatir jika data yang dilaporkan kepada DJP disalahgunakan oleh pihak yang bertanggung jawab. Untuk itu pelaporan data tersebut bisa dilakukan melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Masyarakat kita ini masih takut lah kalau datanya bisa dimanfaatkan tidak benar. Yang kedua sistem pelaporannya harus satu pintu lewat OJK, jadi tidak langsung," jelas dia.

Dirinya memahami jika aturan soal keterbukaan informasi perpajakan alias automatic exchange of information (AEoI) harus diikuti. Namun kepercayaan masyarakat yang datanya dilaporkan kepada DJP juga harus benar-benar bisa terjamin.

"Harus disosialisasikan, bank diminta sosialisasi bahwa tidak perlu takut. Data itu aman di tangan Ditjen Pajak tidak akan dimanfaatkan untuk sesuatu yang tidak benar," pungkasnya.

 


(AHL)


Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

Bedah Editorial MI: Membendung Efek Turki

7 hours Ago

Perlambatan ekonomi Turki sebagai akibat terjerembapnya lira, mata uang mereka, hingga lebih da…

BERITA LAINNYA