Morgan Stanley Prediksi Ekonomi Indonesia Terus Pulih di 2018-2019

Angga Bratadharma    •    Rabu, 07 Feb 2018 22:41 WIB
ekonomi indonesia
Morgan Stanley Prediksi Ekonomi Indonesia Terus Pulih di 2018-2019
Illustrasi. MI/Dwi Pramadia.

Jakarta: Morgan Stanley melihat ekonomi Indonesia akan tumbuh lebih baik di 2018 dan di 2019. Bahkan, Morgan Stanley memperkirakan ekonomi Indonesia akan bertahan dalam jalur pemulihan bertahap dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di 2018-2019 masing-masing sebesar 5,4 persen dan 5,5 persen.

Mengutip riset Morgan Stanley, Rabu, 7 Februari 2018, yang disusun Deyi Tan dan Zhixiang Su mengenai kondisi ekonomi Indonesia bertajuk '4Q17 GDP Shows Gradual Growth Recovery on Track' disebutkan bahwa terdapat beberapa faktor yang membantu pertumbuhan kian pulih lebih lanjut.

Pertama, pertumbuhan ekspor Indonesia merupakan salah satu yang terkuat di ASEAN pada 2017, dan Morgan Stanley memperkirakan momentum ekspor akan terus berlanjut. Keberlanjutan dari pemulihan ekspor akan berdampak pada meningkatkan utilisasi kapasitas, dan menghasilkan kesempatan lapangan kerja. 

"Hal tersebut kemudian akan memberikan peningkatan bertahap untuk belanja modal dan belanja konsumen," ungkap riset tersebut.

Kedua, Indonesia sedang menuju pemilihan umum lokal pada 18 Juni dan pemilihan umum nasional pada 19 April. Secara historis, menjelang pemilihan umum, kebijakan fiskal cenderung menjadi lebih mudah saat para pemain lama mencalonkan kembali, dan ini juga bertepatan dengan peningkatan konsumsi pribadi secara berurutan.

Ketiga, stabilitas makro yang ditingkatkan meletakkan fondasi untuk pemulihan pertumbuhan lebih lanjut ke depan. Menurut Morgan Stanley, Indonesia lebih mampu menahan normalisasi the Fed kali ini dibandingkan dengan 2013 karena membaiknya fundamental.

"Secara keseluruhan, Morgan Stanley menilai positif prospek pertumbuhan di kawasan ini. Menurut Morgan Stanley, ASEAN akan lebih baik dibandingkan dengan Asia Utara di 2018 dan di antara negara-negara ASEAN, Morgan Stanley menilai prospek pertumbuhan Indonesia sebagai paling positif," sebut riset tersebut.

Di sisi lain, Morgan Stanley melihat pencapaian pertumbuhan PDB di kuartal IV-2017 di Indonesia ada di atas ekspektasi. Pertumbuhan utama didorong oleh permintaan domestik. Ke depannya, Morgan Stanley mengharapkan ekonomi tetap berada di jalur pemulihan secara bertahap.



Menurut Morgan Stanley, peningkatan berbasis luas dalam permintaan domestik mendorong kenaikan pada pertumbuhan PDB. Di sisi permintaan, permintaan domestik meningkat (+5,9 persen YoY vs +4,1 persen YoY di 3Q17), dan memberikan kontribusi +5,9 percentage point (ppt) terhadap pertumbuhan utama (vs. +3,9ppt pada 3Q17). 

Secara khusus, konsumsi swasta naik + 5,0 persen YoY (vs +4,9 persen YoY pada 3Q17), sementara konsumsi masyarakat meningkat menjadi +3,8 persen YoY (vs +3,5 persen YoY di 3Q17). Selain itu, ekspor melambat menjadi + 8,5 persen YoY (vs 17,0 persen YoY di 3Q17), sementara impor turun menjadi 11,8 persen YoY (vs +15,5 persen YoY di 3Q17).

Di sisi penawaran, sektor tersier meningkat, sementara pertumbuhan di sektor primer dan sekunder moderat. Secara khusus, sektor primer melambat menjadi +1,3 persen YoY (vs +2,4 persen YoY di 3Q17), sementara di sektor pertanian ( 2,2 persen YoY vs +2,8 persen YoY di 3Q17) dan pertambangan & penggalian (+0,1 persen YoY vs +1,8  persen YoY di 3Q17) terjadi pertumbuhan yang lebih lambat.

Sementara itu, sektor sekunder turun sedikit menjadi +5,3 persen YoY (vs +5,5 persen YoY di 3Q17), karena peningkatan moderat di bidang manufaktur (+4,5 persen YoY vs +4,8 persen YoY pada 3Q17) mengimbangi peningkatan tinggi yang terjadi di bidang konstruksi (+7,2 persen YoY vs. +7,0 persen YoY di 3Q17). 

Di sisi lain, momentum pertumbuhan di sektor tersier sedikit naik menjadi +6,0 persen YoY (vs +5,9 persen YoY di 3Q17). Secara khusus, sub segmen jasa yang memiliki pertumbuhan lebih baik adalah informasi dan komunikasi, properti, administrasi publik, dan layanan pendidikan.


(SAW)


Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki
Di Tengah Krisis

Qatar Janjikan Investasi USD15 Miliar di Turki

1 hour Ago

Pejabat Turki mengatakan Qatar telah menjanjikan investasi senilai USD15 miliar berupa investas…

BERITA LAINNYA