Pemerintah Siapkan Mini Tax Allowance untuk Investasi Rp100 Miliar

Desi Angriani    •    Rabu, 16 May 2018 17:37 WIB
tax allowance
Pemerintah Siapkan Mini <i>Tax Allowance</i> untuk Investasi Rp100 Miliar
Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Jakarta: Pemerintah tengah menyiapkan mini tax allowance atau pengurangan pajak bagi investor yang menanamkan modalnya dengan nilai Rp100 miliar sampai Rp500 miliar. Pemberian insentif fiskal ini hanya berlaku selama lima tahun dengan memberikan potongan pajak sebesar 50 persen.

"Itu yang mini tax allowance, tapi tetap mengacu kepada Pioneer yang tidak memenuhi Rp500 miliar atau Rp100 milliar," ujar Deputi Bidang Pengendalian Penanaman Modal BKPM Azhar Lubis saat ditemui di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu, 16 Mei 2018.

Selama ini, potongan pajak penghasilan (PPh) yang diberikan bagi perusahaan yang mendapatkan fasilitas tax allowance yakni 30 persen selama enam tahun, atau dalam artian potongan pajak yang diberikan yakni lima persen setiap tahunnya.

Untuk diskon PPh dalam jangka waktu lima tahun, 60 persen porsinya untuk sektor padat karya.  Sementara sektor yang fokus untuk pengembangan investasinya antara lain manufaktur, dan bidang kelistrikan.

"Itu kan satu mengenai bidang usahanya, kalau ini kan ada 30 persen, akan juga nanti 60 persen untuk padat karya dari directable kalau yang sekarang yang 30 persen," imbuh dia.

Selain perubahan insentif tax allowance, pemerintah juga menyiapkan perubahan tax holiday, dan insentif untuk vokasi serta RnD untuk super tax deduction. "Kemungkinan dalam bentuk PP. Konsepnya perusahaan mengadakan pendidikan untuk umum dan untuk kompetensi tertentu," tambah dia.

Namun demikian, berbagai fasilitas dan insentif perpajakan masih dalam proses finalisasi. Pembahasan tersebut akan kembali dibahas pada pekan depan.

"Iya ini masih dibahas," pungkas dia.

Berdasarkan catatan Ditjen Pajak Kemenkeu, pengguna tax allowance sejauh ini sebanyak 138 wajib pajak. Sementara tax holiday hanya dimanfaatkan lima wajib pajak. Pada 2017, tercatat sebanyak sembilan perusahaan penerima tax allowance, sedangkan tax holiday tidak ada satu wajib pajak menerimanya.

 


(AHL)