BI Sambut Momentum Pemulihan Ekonomi Global yang Terus Berlanjut

Eko Nordiansyah    •    Selasa, 24 Apr 2018 15:07 WIB
ekonomi global
BI Sambut Momentum Pemulihan Ekonomi Global yang Terus Berlanjut
Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo. Medcom.id/Desi Angriani.

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyambut baik momentum perbaikan ekonomi global yang terus berlanjut. Dalam rangkaian pertemuan Musim Semi International Monetary Fund (IMF) 2018 yang berlangsung di Washington DC, Amerika Serikat, pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan meningkat dari 3,8 persen di 2017 menjadi 3,9 persen pada 2018 dan 2019.

"Momentum positif perbaikan perekonomian didorong oleh pemulihan perdagangan global, aktivitas investasi yang merata baik di negara maju maupun di negara berkembang," kata Gubernur BI Agus Martowardojo, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 24 April 2018.

Menurut dia, kondisi keuangan global masih cukup akomodatif meskipun diwarnai oleh proses penyesuaian harga aset sejalan dengan proses normalisasi kebijakan moneter negara maju, tensi perdagangan dan ketegangan geopolitik yang berpotensi memberikan dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi.

BI menilai proyeksi pertumbuhan ekonomi global tersebut sejalan dengan prakiraan. BI juga mendukung rekomendasi kebijakan IMF untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan resiliensi, serta mengutamakan prioritas kebijakan jangka menengah dan panjang dengan terus melakukan reformasi di sektor riil, fiskal, dan upaya pendalaman pasar keuangan. 

Lebih lanjut, BI juga memandang bahwa penggunaan kebijakan makroprudensial dibutuhkan untuk memantau risiko dan eksposur aset di sektor keuangan. "Selain itu, peningkatan kerja sama multilateral menjadi sangat relevan saat ini mengingat adanya ancaman proteksionisme pada sistem perdagangan global," jelas dia.

Bersamaan dengan pelaksanaan Pertemuan Musim Semi tersebut juga diselenggarakan pertemuan G20 Finance Ministers and Central Bank Governors. Indonesia beserta negara-negara G20 sepakat memperkuat kerja sama untuk mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif. 

"Bank Indonesia setuju bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengatasi permasalahan struktural yang menghambat pertumbuhan ekonomi, memastikan dampak perkembangan teknologi informasi bagi perekonomian, mengatasi ketimpangan yang umumnya dialami kaum wanita dan memitigasi risiko melalui berbagai kebijakan yang ada," lanjut Agus.

Bank sentral bersama dengan Pemerintah, dan Lembaga/Instansi terkait terus berupaya untuk mengoptimalkan berbagai momentum positif dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi dan memperkuat struktur perekonomian. Kebijakan Indonesia telah konsisten dan sesuai dengan respons kebijakan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan perekonomian global.

"Yaitu melalui kebijakan fiskal, kebijakan moneter, kebijakan makro-mikroprudensial, serta kebijakan struktural termasuk melalui kebijakan sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah yang diarahkan mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi lebih kuat, berkelanjutan, berimbang, dan inklusif," pungkasnya.



(SAW)