Kementerian ESDM Beberkan Alasan Tambah Subsidi Solar

Annisa ayu artanti    •    Senin, 04 Jun 2018 20:11 WIB
subsidi bbm
Kementerian ESDM Beberkan Alasan Tambah Subsidi Solar
Solar (ANT/M Adimaja).

Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan alasan pemerintah menambah subsidi solar menjadi Rp2.000 per liter lantaran harga minyak dunia yang terus meningkat.

Semula pemerintah berencana menaikan subsidi menjadi Rp1.500 per liter namun setelah rapat pekan lalu rencana kenaikan subsidi ditambah menjadi Rp2.000 per liter.

"Kan harga minyak naik," kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 4 Juni 2018.

Selain itu, Djoko menegaskan kenaikan rencana subsidi ini juga mempertimbangkan agar masyarakat tidak terbebani. Apalagi menjelang Lebaran. Jika harga premium sesuai dengan harga keekonomian harganya sudah setara Pertamina Dex.

"Harga tetap biar enggak terbebani," imbuh dia.

Seperti dikutip Bloomberg saat ini harga minyak WTI mencapai USD65,52 per barel dan harga minyak Brent mencapai USD76,08 per barel.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan pemerintah telah menetapkan kenaikan subsidi BBM jenis solar dari Rp500 menjadi Rp2.000 per liter.

Kesepakatan itu diambil dalam rapat antara Kementerian BUMN, Kementerian ESDM, dan Kementerian Keuangan, yang juga melibatkan PT Pertamina (persero).

"Kalau dulu untuk solar dibantu pemerintah Rp500, sekarang ada tambahan Rp1.500 menjadi Rp2.000. Nah ini dengan APBN yang sekarang bisa dilakukan dengan rambu-rambu yang ada dalam UU APBN, sudah dipastikan bisa," ujar Rini.


(SAW)