Investor Jepang Terus Difasilitasi Dapatkan Izin Pusat Logistik Berikat

Angga Bratadharma    •    Kamis, 18 May 2017 11:14 WIB
investasibkpm
Investor Jepang Terus Difasilitasi Dapatkan Izin Pusat Logistik Berikat
Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kantor Perwakilan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Tokyo (Indonesia Investment Promotion Center, IIPC), Jepang aktif memfasilitasi minat investasi investor Jepang. Salah satunya adalah perusahaan yang bergerak di bidang logistik yakni PT Nittsu Lemo Indonesia Logistik, anak perusahaan dari Nippon Express.

Anak perusahaan dari Nippon Express tersebut mendapatkan izin pusat logistik berikat hasil kerja bareng antara Direktorat Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan IIPC Tokyo dan Atase Keuangan KBRI Tokyo.

Pejabat Promosi Investasi IIPC Tokyo Saribua Siahaan menyampaikan bahwa saat ini IIPC Tokyo sedang dalam upaya untuk memfasilitasi dua perusahaan logistik lainnya dari Jepang untuk mendapatkan izin pusat logistik berikat.

"Anak perusahaan Nippon express aktif difasilitasi oleh Bea Cukai di Indonesia serta IIPC Tokyo dan Atase Keuangan KBRI Tokyo di Jepang sejak akhir tahun lalu hingga April 2017 melalui forum business meeting dengan Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi," ujarnya, dalam keterangan resminya, Kamis 18 Mei 2017.

Menurut Saribua, Pusat Logistik Berikat merupakan salah satu terobosan kebijakan pemerintah yang merupakan bagian dari Paket Kebijakan Ekonomi II yang bertujuan menekan biaya logistik dan mendorong efisiensi kinerja perdagangan nasional.

"Dengan banyaknya perusahaan Jepang di bidang logistik yang masuk ke Indonesia, diharapkan dapat mendorong efisiensi serta meningkatkan kemampuan logistik untuk melayani investor asing maupun perusahaan nasional," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong merespons positif diperolehnya berbagai izin pusat logistik berikat oleh investor Jepang tersebut. "Pusat Logistik Berikat itu selain mempercepat urusan investor dalam mengatur keluar masuk barangnya juga akan memberikan bukti terhadap berbagai terobosan kebijakan oleh pemerintah," papar Tom.

Jepang merupakan salah satu kontributor utama dari capaian realisasi investasi Indonesia. Dari data BKPM, pada triwulan I-2017, Jepang menduduki peringkat kedua dengan nilai investasi mencapai USD1,4 miliar atau setara dengan 19,2 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia.

Posisi Jepang di bawah Singapura yang investasinya mencapai USD2,1 miliar (28,2 persen), di atas RRT sebesar USD600 juta (8,2 persen), Amerika Serikat (AS) USD587 juta (8,2 persen), dan Korea Selatan USD423 juta (5,8 persen).

 


(ABD)