Kementerian PUPR dan BI Berkoordinasi Siapkan Elektronifikasi Jalan Tol

Angga Bratadharma    •    Selasa, 08 Aug 2017 09:45 WIB
perbankanbank indonesiakementerian pekerjaan umum
Kementerian PUPR dan BI Berkoordinasi Siapkan Elektronifikasi Jalan Tol
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI), industri perbankan, dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan melakukan elektronifikasi transaksi atau penggunaan uang elektronik di jalan tol. Langkah itu dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol.

Pemerintah berencana menerapkan Multi Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti (pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol) pada Desember 2018.

Untuk menuju tahapan MLFF, akan melalui tiga tahapan yakni pada tahap awal akan diberlakukan penggunaan uang elektronik pada semua transaksi di jalan tol pada Oktober 2017, kemudian dilanjutkan integrasi jalan tol dan integrasi jalan tol dengan konsorsium Electronic Toll Collection pada Desember 2017.  

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, sejak diumumkan rencana pemerintah tentang elektronifikasi jalan tol, melalui kampanye publik penggunaan uang elektronik baru naik mencapai 33 persen pada musim mudik Lebaran dan program diskon bagi pengguna uang elektronik.



"Sedangkan saat ini, pengguna uang elektronik baru mencapai 28 persen," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, usai melakukan rapat dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo tentang monitoring pelaksanaan kesepakatan bersama antara Kementerian PUPR dengan Bank Indonesia, seperti dikutip dari siaran persnya, di Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017.

Sebelum memulai program transaksi nontunai 100 persen, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama BUJT dan perbankan telah melakukan berbagai kampanye baik di tingkat nasional dan lokal, penerapan transaksi secara multi issuer dan non ekslusif, perluasan Gerbang Tol Otomastis (GTO), perluasan lokasi top-up, maupun penyiapan regulasi transaksi tol non tunai.

"Kampanye ini perlu diintensifkan hingga pertengahan September yang akan datang, untuk selanjutnya kita evaluasi," tutur Menteri Basuki.

Sementara itu, Gubernur BI Agus Martowardoyo menyambut baik kerja sama ini dan terus bekerja sama termasuk dengan perbankan. "Kami menyambut baik koordinasi untuk dilakukan evaluasi.  Selain Kementerian PUPR dan BI, ada dua pemangku kepentingan utama yaitu BUJT dan perbankan. Saat ini kami terus berkoordinasi," pungkas Agus.

 


(ABD)