Presiden Minta OJK Munculkan Instrumen Keuangan Baru

Achmad Zulfikar Fazli    •    Kamis, 10 Aug 2017 19:30 WIB
ojk
Presiden Minta OJK Munculkan Instrumen Keuangan Baru
Ilustrasi. (Foto: Antara/Fanny Octavianus).

Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Joko Widodo meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencari pendanaan proyek infrastruktur. OJK memfasilitasi untuk memunculkan instrumen baru di sektor jasa keuangan.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (menkeu) Sri Mulyani usai mendampingi Dewan Kehormatan OJK bertemu Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

"Tadi (Presiden meminta) sekuritisasi supaya lembaga keuangan, BUMN bisa berinovasi pada pembiayaan dan tentu diharapkan OJK bisa mendukungnya," kata Sri Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis 10 Agustus 2017.

(Baca juga: DK-OJK Baru akan Fokus ke Dua Sektor)

OJK juga diminta menghidupkan berbagai macam instrumen pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pembiayaan jangka panjang atau menengah. Juga, menarik investor.

"Sehingga seluruh proyek-proyek infrastruktur yang dimiliki bisa berjalan dan bisa didanai langsung oleh masyarakat. Bapak Presiden juga meminta OJK memperhatikan pinjaman usaha kecil, menengah mikro kecil," jelas dia.

Ketua DK OJK Wimboh Santoso mengaku diminta Jokowi menjaga sektor keuangan agar tetap stabil. Langkahnya, dengan memberikan kontribusi ke sektor riil, baik besar, menengah maupun kecil.

(Baca juga: OJK Bakal Revisi Aturan Relaksasi Restrukturisasi Kredit)

Namun, Wimboh membantah bila pertemuannya dengan Jokowi membahas program kerja DK OJK secara rinci. Mantan Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) itu hanya memperkenalkan diri karena belum lama dilantik sebagai Ketua DK OJK menggantikan Muliaman D Hadad.

"Kita courtesy dengan bapak Presiden setelah kita disumpah di MA menjadi DK OJK. Courtesy itu ya memperkenalkan diri, kita menyampaikan dan berterima kasih dipercaya masyarakat untuk menjadi DK OJK," pungkas dia.




(HUS)