Ditjen Pajak Belum Berencana Mengenakan Pajak Harta Warisan

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 11 Jul 2018 07:43 WIB
pajakperpajakanekonomi indonesia
Ditjen Pajak Belum Berencana Mengenakan Pajak Harta Warisan
Pejalan kaki melintasi papan sosialisasi pembayaran pajak secara online (MI/ARYA MANGGALA)

Jakarta: Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak memungkiri wacana mengenakan pajak pada laba ditahan atau retained earnings dan harta warisan memang pernah dibicarakan. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang gencar menggenjot penerimaan negara dari sisi pajak.

Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan kedua hal tersebut memang berpotensi menjadi objek pajak. Bahkan, Robert mengaku, hal itu pernah dibicarakan oleh otoritas dan pemangku kepentingan dalam Focus Group Discussion (FGD).

"Di level FGD (saat itu) mencoba menjaring masukan, ide, dan diskusi. Termasuk pemajakan laba ditahan dan warisan," kata Robert, di Kantor Pusat DJP Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Juli 2018.

Namun, Robert mengatakanm pembahasannya masih dalam tahap awal dan belum sampai pada level pimpinan yaitu di tingkat Menteri Keuangan. Artinya belum bisa dipastikan apakah akan masuk dalam pembahasan revisi Undang-undang Pajak Penghasilan (PPh) atau tidak.

Mantan Direktur Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko ini menambahkan pembahasan draf revisi UU PPh masih difinalisasi oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu. "Masih sangat awal. Selama ini PPh atas laba ditahan itu setelah menjadi dividen aturannya. Tentu nanti pemerintah diskusi terkait itu, termasuk warisan," ujar Robert.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, laba ditahan dan warisan belum menjadi objek pajak karena hingga kini masih dalam pembahasan awal dan konsultasi. "Ini baru pada tahap desain yang akan dimasukkan atau tidak dimasukkan," pungkasnya.

 


(ABD)