Dua Target Pemerintah di APBN Meleset

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 12 Mar 2018 22:55 WIB
apbn
Dua Target Pemerintah di APBN Meleset
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (MI/Panca Syurkani).

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan ada dua target pemerintah ‎yang melebihi porsi dalam A‎nggaran Pendapatan dan belanja Negara (APBN) 2018‎. Keduanya adalah gerak nilai tukar rupiah dan harga minyak.

Belum lama ini, nilai tukar rupiah sempat menyentuk Rp13.800 per USD. ‎Angka itu telah melebihi dari target Rp13.400 per USD di APBN‎ 2018. Adanya keadaan itu, Sri Mulyani memperkirakan, mata uang‎ rupiah agak sedikit melemah ke posisi Rp13.500 per USD. 

"Untuk ‎keseluruhan tahun nilai tukar mungkin agak sedikit melemah," tutur Sri Mulyani, ‎ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.‎ 

Lalu, bilang dia, berubahnya nilai rupiah mempengaruhi harga minyak. Posisi harga minyak dipatok USD48 per barel, kini sudah menjadi USD55-USD60 per barel.

Posisi nilai tukar dan harga minyak mentah di posisi tersebut, maka akan memberikan dampak positif pada APBN, karena akan menambah penerimaan negara. 

"Tapi juga ada pengaruh dari harga keekonomian dari solar dan listrik karena akan menghadapi energi mix 50 persen batu bara," jelas dia.

Menurut Ani biasa dia disapa, memang ada dua perubahan dalam target APBN, ‎tapi untuk lifting minyak tetap dijaga di angka 800 ribu barel per hari. Sedangkan lifting gas tetap dijaga 1.200 ribu barel per hari. 

Bukan hanya itu, target ekonomi masih akan sesuai target 5,4 persen, inflasi 3,5 persen dan ‎tingkat bunga SPN 3 bulan turun menjadi 5 persen. "‎Dari evaluasi pelaksanaan APBN, pertumbuhan ekonomi kita tetap diperkirakan 5,4 persen, kita terus berusaha menstabilkan harga," jelas dia.



(SAW)