Menkeu: Defisit Anggaran Februari Turun

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 12 Mar 2018 18:52 WIB
defisit anggaran
Menkeu: Defisit Anggaran Februari Turun
Illustrasi. ANT/M N Kanwa.

Jakarta: ‎Defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai Rp48,9 triliun di akhir Februari 2018. Jumlah itu lebih kecil bila dibanding pencapaian sebesar Rp54,7 triliun di periode yang sama tahun lalu.

"Defisit APBN Februari 2018 Rp48,9 triliun, angka itu lebih rendah dari Rp54,7 triliun, bahkan lebih rendah bila dibanding di 2016," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani, ditemui di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin, 12 Maret 2018.

Posisi defisit tersebut, kata wanita yang kerap disapa Ani ini, merupakan hasil dari pencapaian pendapatan negara sebesar Rp200 triliun dan belanja negara sebesar Rp246 triliun.

Realisasi pendapatan negara, dia menyebutkan, terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp160,7 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNPB) sebesar Rp39,2 triliun.

"Realisasi penerimaan pajak dan PNPB tumbuh 13,6 persen dan 34 persen bila kita bandingkan periode sama tahun lalu," jelas dia.

Posisi PNPB tahun lalu, dia mengaku, mencapai Rp29,3 triliun, atau tumbuh 23,6 persen. "Jadi PNPB tahun lalu sudah tumbuh tinggi, pada tahun ini, tumbuh lebih tinggi lagi," sebut dia.

‎Realisasi belanja negara hingga Februari 2018 terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp127,6 triliun, serta transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp121,5 triliun.

‎"Belanja pemerintah pusat terdiri atas belanja Kementerian Lembaga sebesar Rp56,2 triliun dan belanja non Kementerian Lembaga Rp72,4 triliun. ‎Penyerapan belanja ini lebih cepat karena realisasi belanja Kementerian Lembaga dan non Kementerian Lembaga masing-masing Rp43,9 triliun dan Rp59 triliun di Februari tahun lalu," jelas dia.

Adapun dari porsi pembiayaan anggaran sepanjang dua bulan pertama di tahun ini‎, lanjut dia, pemerintah telah menerap dana Rp57,2 triliun.

"Itu didiperoleh dari pinjaman, utang, investasi maupun pembiayaan yang lain," pungkas Ani yang sempat bekerja di Bank Dunia.

 


(SAW)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA