Bansos Tepat Sasaran Dinilai Tekan Kemiskinan di Timur Indonesia

Suci Sedya Utami    •    Rabu, 10 Jan 2018 09:24 WIB
pertumbuhan ekonomikemiskinanbpsekonomi indonesiaekonomi daerah
Bansos Tepat Sasaran Dinilai Tekan Kemiskinan di Timur Indonesia
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (MI/IMMANUEL ANTONIUS)

Jakarta: Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut penyebab kemiskinan di timur Indonesia masih tinggi lantaran minimnya ketersediaan infrastruktur. Adapun instrumen paling cepat untuk mengurangi kemiskinan secara cepat yakni melalui bantuan sosial (bansos).

Badan Pusat Statistik (BP) sebelumnya mencatat tingkat kemiskinan secara nasional pada September 2017 turun. Namun, kemiskinan tersebut masih tinggi untuk daerah timur Indonesia terutama Papua dan Maluku. Tentu pemerintah perlu mengupayakan sejumlah langkah untuk menekan persoalan tersebut.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan distribusi bansos harus didukung dengan infrastruktur yang memadai. Menurutnya mau tidak mau ke depan infrastruktur di timur Indonesia harus dibangun secara masif agar bantuan yang diberikan pemerintah bisa tersalurkan tepat sasaran.

"Penyebabnya karena akses. Yang bisa kurangi kemiskinan secara besar dan jumlah besar adalah bansos yang tepat sasaran. Ke depan mau enggak mau infrastruktur harus dibangun," kata Bambang, di Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Januari 2018.

Bambang menilai kemiskinan di daerah timur tak bisa diturunkan dalam sekejap selama akses jalan tidak diperbaiki. Pembangunan infrastruktur pun tak bisa diselesaikan hanya dalam setahun. Karenanya penurunan kemiskinan di daerah tersebut butuh waktu sejalan dengan komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur salah satunya Jalan Trans Papua.

Sebelumnya, data BPS mencatat presentase penduduk miskin di Maluku dan Papua di perkotaan sebesar 2,15 persen dengan jumlah orang miskin mencapai 120 ribu orang. Sementara di perdesaan presentasennya mencapai 29,07 persen dengan jumlah penduduk miskin sebesar 1,40 juta orang.


(ABD)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

13 hours Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA